Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Diramal Bakal ke Sini, Saham Antam (ANTM) Langsung Diserbu

Penulis : Thresa Sandra Desfika
10 Des 2024 | 12:25 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga emas Antam (ANTM)
Sumber: Antara
Ilustrasi harga emas Antam (ANTM) Sumber: Antara

JAKARTA, investor.id - Saham emiten emas, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam melompat 4,36% ke Rp 1.555 per akhir sesi I perdagangan 10 Desember 2024 ini.

Saham Antam laris diperdagangkan. Sebanyak 53,01 juta saham ANTM ditransaksikan, frekuensi 11.464 kali, dan nilai transaksi sudah mencapai Rp 81,74 miliar.

Volume tersebut melebihi satu hari penuh pada 9 Desember kemarin. Di mana 42,62 juta saham Antam (ANTM) diperdagangkan, frekuensi 9.795 kali, dan nilai transaksi Rp 63,79 miliar.

ADVERTISEMENT

Dalam satu pekan terakhir, saham emiten tambang BUMN ini sudah meningkat 7,61%.

Sementara itu, harga emas terus melaju pada Selasa siang (10/12/2024), melanjutkan tren bullish yang terbentuk sejak awal pekan ini. Hal itu ditopang oleh status emas sebagai aset safe-haven di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Ditambah lagi, langkah People's Bank of China (PBoC) yang melanjutkan pembelian emas.

Harga emas terpantau meningkat 0,45% menjadi UU$ 2.672,32 pada Selasa siang.

Sebelumnya, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan 17-18 Desember mendatang semakin menguat. Setelah didukung oleh pernyataan para pejabat The Fed pada pekan lalu.

“Ditambah lagi, data-data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang masih mendukung pemangkasan suku bunga,” ungkap Ibrahim kepada Investor Daily, Minggu (8/12/2024).

Tidak hanya itu, lanjut Ibrahim, ketegangan geopolitik juga masih terbilang cukup rumit di pekan kedua Desember ini juga mendukung penguatan harga emas. Mulai dari runtuhnya pemerintahan Prancis, upaya darurat militer yang gagal di Korea Selatan (Korsel), ketegangan di Timur Tengah yang ditambah lagi dengan dikuasainya Suriah oleh para pemberontak, hingga konflik Rusia-Ukraina.

Prediksi

Ibrahim menilai, kebangkitan kondisi ekonomi China juga menjadi penopang kenaikan harga emas pada pekan ini. Hal itu terlihat dari data ekonomi China yang keluar akhir pekan lalu menunjukan angka yang sedikit membaik, terutama setelah adanya suntikan dana stimulus dan pemangkasan suku bunga yang dilakukan China sebelumnya.

Pekan ini, lanjut Ibrahim, China akan mengumumkan data inflasi mereka. Jika tinggi, akan terjadi pemangkasan suku bunga lagi dan ini akan membuat harga emas terdorong naik. “Untuk itu, harga emas diprediksi akan menguat ke level US$ 2.700. Meskipun mengalami penurunan, akan sangat terbatas di level US$ 2.603,” papar Ibrahim.

Meski demikian, Ibrahim menyarankan investor, terutama ritel, untuk berhati-hati jika melakukan pembelian. Namun, bagi mereka yang relatif agresif, kesempatan belli di saat harga emas melemah. “Tapi hati-hati, karena saat ini harga emas sudah terlalu tinggi,” tutupnya.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia