Kamis, 14 Mei 2026

Saham AADI Akhirnya Anjlok

Penulis : Thresa Sandra Desfika
11 Des 2024 | 11:15 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi batu bara Adaro Andalan (AADI). Perseroan
Ilustrasi batu bara Adaro Andalan (AADI). Perseroan

Namun, mengingat valuasi IPO-nya yang rendah (2,9x P/E FY25F), Hendriko melihat saham Adaro Andalan Indonesia (AADI) memiliki potensi upside yang cukup tinggi dengan peluang re-rating ke 5x P/E FY25F (Rp 9.650/saham, +74% dari harga IPO).

“Kami menganggap valuasi AADI di 5x P/E sebagai valuasi yang wajar dan konservatif karena lebih rendah dari rata–rata P/E historis 5 tahun milik perusahaan induknya, Alamtri Resources Indonesia (ADRO), di level 6,9x P/E,” sebut Hendriko dalam ulasannya 5 Desember 2024.

Ia menambahkan, valuasi tersebut juga berada di antara Bukit Asam (PTBA) di 7,3x P/E FY25F dan Indo Tambangraya Megah (ITMG) di 4,8x P/E FY25F.

ADVERTISEMENT

Jika AADI dapat re–rating ke rata–rata P/E historis 5 tahun ADRO (6,9x) dan menjadi mirip dengan valuasi PTBA di 7x PE, terangnya, hal tersebut mengimplikasikan harga Rp 13.525/saham (+144% dari harga IPO).

Sementara itu, Sucor Sekuritas mengungkap pendapatan AADI diproyeksikan akan tetap stabil, dengan penjualan batu bara tahunan sebesar 62-64 juta ton dengan harga rata-rata US$ 66/ton. “Hal ini mendukung keuntungan tahunan sekitar US$ 923 juta selama lima tahun ke depan,” ungkap Sucor Sekuritas.

Dengan fundamental yang kuat, posisi keuangan yang kuat, dan potensi pertumbuhan yang menarik, Sucor Sekuritas merekomendasikan buy untuk AADI, dengan target harga Rp 30.100.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 13 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 30 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 60 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia