Jumat, 15 Mei 2026

Aksi Jual Asing Kembali Mengguncang IHSG

Penulis : Indah Handayani
13 Des 2024 | 13:10 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot lagi sebesar 27,09 poin (0,37%) ke level 7.367,1 pada penutupan sesi I, Jumat (13/12/2024). Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG hari ini terguncang oleh besarnya aksi jual asing.

Pilarmas mengatakan, berdasarkan data terkini, aksi jual asing di pasar reguler tercatat sebesar Rp1,13 triliun. “Kondisi ini membuat pergerakan indeks IHSG masih dibayangi oleh tekanan aksi jual investor asing,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Jumat (13/12/2024).

Tidak hanya itu, lanjut Pilarmas, Kementerian Keuangan mengungkapkan bahwa per November 2024, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 mengalami defisit sebesar Rp 401,8 triliun. Defisit tersebut disebabkan oleh pendapatan negara yang lebih rendah dibandingkan kebutuhan belanja negara yang meningkat, yang tidak terlepas dari kondisi ekonomi yang melambat.

ADVERTISEMENT

“Pasar berharap pemerintah dapat menjaga defisit tetap terkendali serta mencari cara untuk meningkatkan pendapatan negara,” tambah Pilarmas.

Sementara itu, Pilarmas mengatakan, indeks saham Asia bervariatif (mixed) karena jumlah sentimen tampaknya memberikan warna menjelang akhir pekan ini. Dari Eropa, Bank Sentral Eropa telah memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin sesuai ekspektasi. Namun, pasar lebih memfokuskan perhatian pada komentar Presiden Christine Lagarde yang menekankan bahwa perang melawan inflasi belum berakhir.

Hal ini memberikan gambaran bahwa ancaman inflasi masih membayangi kebijakan Bank Sentral Eropa, terutama di tengah ketidakstabilan politik di beberapa negara Eropa serta potensi pengenaan tarif besar yang diusulkan oleh Presiden terpilih AS, Donald Trump. “Kondisi ini berpotensi menimbulkan gejolak dalam perdagangan global, yang pada akhirnya dapat menurunkan kepercayaan konsumen dan bisnis,” papar Pilarmas.

Selanjutnya, Pilarmas menyebut, pasar juga memusatkan perhatian pada rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) menjelang pertemuan The Fed pekan depan. Data Initial Jobless Claims AS meningkat dari 225 ribu menjadi 242 ribu, sementara Continuing Jobless Claims naik dari 1,871 juta menjadi 1,886 juta. Data ini menunjukkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja AS masih belum sepenuhnya solid.

Pertemuan Pemimpin China

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia