Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Naik 2%, Sentuh Level Tertinggi Berkat Sanksi Baru Rusia dan Iran

Penulis : Indah Handayani
14 Des 2024 | 05:30 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak
Sumber: Antara
ilustrasi harga minyak Sumber: Antara

NEW YORK, investor.id – Harga minyak naik sekitar 2% pada Jumat (13/12/2024), mencapai level tertinggi dalam tiga minggu. Peningkatan ini dipicu oleh ekspektasi bahwa sanksi baru terhadap Rusia dan Iran dapat memperketat pasokan minyak, serta kemungkinan pemangkasan suku bunga di Eropa dan Amerika Serikat (AS) yang dapat meningkatkan permintaan bahan bakar.

Minyak mentah Brent naik US$ 1,08 (1,5%) menjadi US$ 74,49 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$ 1,27 (1,8%) menjadi US$ 71,29 per barel. Penutupan ini adalah yang tertinggi untuk Brent sejak 22 November, dengan kenaikan mingguan sebesar 5%. WTI mencatat kenaikan mingguan sebesar 6% dan mencapai level tertinggi sejak 7 November.

"Kenaikan harga ini didorong oleh ekspektasi sanksi yang lebih ketat terhadap Rusia dan Iran, panduan ekonomi yang lebih mendukung dari China, kekacauan politik di Timur Tengah, dan prospek pemangkasan suku bunga The Fed pekan depan," ujar analis dari Ritterbusch and Associates dalam sebuah catatan.

ADVERTISEMENT

Para duta besar Uni Eropa sepakat untuk memberlakukan paket sanksi ke-15 terhadap Rusia pekan ini atas perang di Ukraina, menargetkan armada kapal tanker bayangan Rusia. AS juga mempertimbangkan langkah serupa.

Inggris, Prancis, dan Jerman mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa mereka siap, jika diperlukan, untuk memicu ‘snap back’ sanksi internasional terhadap Iran demi mencegah negara tersebut mengembangkan senjata nuklir.

Data dari China pekan ini menunjukkan impor minyak mentah di negara pengimpor terbesar dunia itu tumbuh secara tahunan pada November untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan. Tren ini diperkirakan akan berlanjut hingga awal 2025, dengan kilang minyak meningkatkan pasokan dari Arab Saudi yang menawarkan harga lebih rendah, sementara kilang independen bergegas menggunakan kuota mereka.

Badan Energi Internasional (IEA) meningkatkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global 2025 menjadi 1,1 juta barel per hari (bpd), naik dari 990.000 bpd bulan lalu, dengan alasan adanya langkah-langkah stimulus dari China.

Namun, pinjaman baru dari bank di China pada November jauh lebih rendah dari yang diharapkan, menyoroti lemahnya permintaan kredit di ekonomi terbesar kedua dunia itu, meskipun pembuat kebijakan berjanji untuk meluncurkan lebih banyak langkah stimulus.

Prediksi IEA

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 43 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 47 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia