Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Wait and See di Pekan Krusial, Cuan ISAT hingga CLEO Layak Diburu

Penulis : Indah Handayani
16 Des 2024 | 07:43 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di galeri BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung berada di galeri BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah terbatas pada Senin (16/12/2024). Di tengah pasar wait and see di pekan krusial yang penuh dengan rilis data dan pengumuman kebijakan bank sentral, baik The Fed maupun BI.

IHSG hari ini diperkirakan bergerak pada rentang support dan resistance di level 7.300 – 7.400. Perusahaan efek itu merekomendasikan cuan ISAT hingga CLEO layak diburu.

Pada perdagangan Jumat (13/12/2024), IHSG ditutup melemah sebesar 69,45 poin (0,94%) ke level 7.324. hampir seluruh sektor saham melemah dan pelemahan terdalam terjadi pada sektor barang baku sebesar 1,64%.

ADVERTISEMENT

Pilarmas menjelaskan, IHSG telah mengalami kenaikkan pada pekan pertama Desember sebanyak 3.77%, namun pada pekan kedua IHSG lagi-lagi mengalami penurunan, namun terbatas sebanyak -0,79%. Koreksi yang terjadi pekan kedua kemarin masih cukup sehat dan masih memberikan peluang bagi IHSG untuk ditutup di area 7.500 pada akhir tahun apabila penurunan IHSG tidak melebihi 7.300.

“Namun IHSG berpotensi untuk ditutup di area 7.300 – 7.400 apabila IHSG mengalami penurunan hingga 7.100,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Senin (16/12/2024).

Pekan ini, lanjut Pilarmas, sentimen terbesar akan datang dari Amerika dimana beberapa data penting akan mencuri perhatian; GDP Annualized QoQ diproyeksikan tidak berubah di 2.8%, begitupun dengan GDP Price Index yang diproyeksikan sama di 1.9%. Ada pula Personal Income yang diproyeksikan mengalami penurunan, sedangkan untuk Personal Spending dan Consumption diproyeksikan mengalami kenaikkan terutama adanya belanja akhir tahun sehingga hal ini yang turut mempengaruhi data inflasi yang akan keluar di pekan yang sama.

“PCE Price Index MoM dan YoY, serta Core PCE Price Index MoM dan YoY diproyeksikan akan mengalami kenaikkan, hal ini pun turut memberikan tekanan kepada pertemuan The Fed pada pekan ini, apalagi PCE dan CORE PCE Price Index merupakan variable kesukaan dari Ketua The Fed Jerome Powell,” papar Pilarmas.

Pilarmas menambahkan, perhatian penuh juga akan terfokus kepada data pekerjaan, seperti Initial Jobless Claims dan Continuing Claims yang kami proyeksikan akan mengalami penurunan dari sebelumnya setelah bencana badai berlalu dan pemogokan mulai berhenti.

Pada 19 Desember, lanjut Pilarmas, 6 hari sebelum Santa Claus datang, The Fed akan bertemu untuk berdiskusi apakah mereka akan memberikan hadiah Natal atau tidak dengan adanya pemangkasan tingkat suku bunga. “Meskipun data inflasi mengalami kenaikan, namun kami yakin The Fed akan memangkas tingkat suku bunga sebanyak 25 bps, dan mungkin ini akan menjadi pemangkasan cepat terakhir, sebelum pada Januari 2025, Donald Trump akan kembali menjabat.,” papar Pilarmas.

Sedangkan dari dalam negeri, Pilarmas menyebut data penting yang akan hadir adalah, import YoY dan eksport YoY yang diproyeksikan mengalami penurunan, namun Trade Balance diproyeksikan masih akan positif. Yang akan menjadi perhatian pelaku pasar dan investor, tentu saja pertemuan

Bank Indonesia yang akan dihelat pada 18 Desember mendatang, dimana diproyeksikan akan ditahan di level 6%. Meskipun jarak antara The Fed dan Bank Indonesia kian menjauh, namun volatilitas nilai tukar antara Rupiah dengan Dollar yang kembali menyentuh di level Rp 16.000, menjadi perhatian Bank Indonesia untuk menahan tingkat suku bunga. Terutama ketika Bank Indonesia lebih memilih stabilitas daripada pertumbuhan, sehingga rasanya agak berat bagi Bank Indonesia untuk memangkas tingkat suku bunga mereka.

“Hal ini mungkin akan memberikan tekanan bagi pasar saham dan obligasi khususnya, namun apabila data Amerika mendukung pasar global, kami cukup yakin bahwa IHSG seharusnya kembali bergerak menguat pekan ini,” jelas Pilarmas.

Pilarmas merekomendasikan cuan ISAT hingga CLEO layak diburu, yaitu:

1. ISAT

- Last price: 2.630

- Support: 2.560

- Resistance: 2.760

- Target: 2.740

2. IMJS

- Last price: 163

- Support: 156

- Resistance: 173

- Target: 171

3. IMAS

- Last price: 975

- Support: 950

- Resistance: 1.000

- Target: 995

4. PNLF

- Pendapatan premi PNLF tercatat senilai Rp 1,69 triliun atau meningkat 6,88% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 1,58 triliun.

- Last Price: 452

- PBV : 0,2x

- Support: 442

- Resistance: 492

- Target: 496 (Short term) 530 (Long term)

- Exit: 410

5. CLEO

- Optimistis bisa cetak rekor penjualan di akhir 2024.

- Last Price: 1.320

- PBV : 8,4x

- Support: 1.310

- Resistance: 1.410

- Target: 1.400

- Exit: 1.200

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 41 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia