Muncul Ramalan soal ADRO & AADI
Sebelumnya, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - dahulu PT Adaro Energy Indonesia Tbk - menyampaikan hasil penjualan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melalui mekanisme penawaran umum oleh pemegang saham (PUPS).
Dari total yang ditawarkan sebanyak 7.008.202.240 saham Adaro Andalan (AADI) yang dimiliki Alamtri (ADRO) kepada para pemegang saham ADRO yang berhak, tercatat jumlah saham yang akhirnya ditebus pemegang saham ADRO yang berhak lewat PUPS sejumlah 5.811.178.298 saham AADI. Artinya, ada 1.197.023.942 saham AADI yang tidak ditebus pemegang saham ADRO yang berhak.
Transaksi pengalihan terjadi pada 9 Desember 2024 sebanyak 5.520.699.225 saham, pada 10 Desember 2024 sejumlah 144.357.690 saham, dan 11 Desember 2024 sebesar 146.121.383 saham.
Harga transaksinya Rp 5.960/saham, sehingga nilai keseluruhan transaksi penjualan 5.811.178.298 saham AADI tersebut sebesar Rp 34,63 triliun.
Direktur Alamtri Resources (ADRO), Michael WP Soeryadjaya menjelaskan, sebelum transaksi, Alamtri memiliki 7.008.202.240 (89,99%) saham Adaro Andalan (AADI). Setelah transaksi, ADRO masih memegang 1.197.023.942 (15,37%) saham AADI.
“Perseroan bukan merupakan pengendali AADI,” jelas Michael Soeryadjaya dalam keterangan resmi.
Ia menjelaskan, tujuan pelaksanaan PUPS adalah untuk memisahkan pilar bisnis pertambangan batu bara termal dan beberapa bisnis pendukungnya dengan pilar bisnis minerals dan green demi mempertahankan sinergi yang solid dari integrasi bisnis-bisnis yang termasuk dalam sektor-sektor industri dengan keterkaitan yang lebih erat.
Adapun yang menebus saham AADI di antaranya adalah PT Adaro Strategic Investments, pengendali ADRO. Adaro Strategic mengeksekusi 3.200.142.510 saham AADI senilai Rp 19,07 triliun.
Setelah transaksi, Adaro Strategic menguasai 3.200.142.830 (41,1%) saham Adaro Andalan Indonesia (AADI). Sebelum transaksi, Adaro Strategic memiliki 320 saham AADI.
Selain itu, Garibaldi Thohir atau Boy Thohir mengeksekusi 450.360.607 (5,78%) saham AADI. Nilai transaksinya Rp 2,68 triliun.
Adaro Strategic dan Boy Thohir merupakan pengendali Adaro Andalan Indonesia (AADI).
Sebelumnya Alamtri (ADRO) membagikan dividen tambahan Rp 41,7 triliun atau Rp 1.358,18/saham yang ditujukan untuk mendukung pendanaan pemegang saham ADRO yang berhak untuk menebus saham AADI lewat PUPS.
Adaro Andalan (AADI) sendiri baru menggelar IPO dengan melepas 10% saham ke publik.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






