Harga Minyak Ambles ke Titik Terendah dalam Seminggu, Mengapa?
NEW YORK, investor.id - Harga minyak ambles hingga 1% pada Selasa (17/12/2024), mencapai titik terendah dalam seminggu. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap permintaan setelah keluarnya data ekonomi negatif dari Jerman dan China. Selain itu, para investor juga tetap berhati-hati menjelang keputusan The Fed terkait suku bunga.
Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent turun 72 sen (1%) menjadi US$ 73,19 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 63 sen (0,9%) menjadi US$ 70,08 per barel. Penutupan ini merupakan yang terendah untuk Brent sejak 10 Desember lalu, dan mengurangi selisih harga Brent terhadap WTI menjadi US$ 3,54 per barel, yang merupakan tingkat terendah dalam 12 minggu terakhir berdasarkan kontrak Februari.
Para analis menyatakan bahwa ketika selisih harga Brent terhadap WTI turun di bawah US$ 4 per barel, maka kurang ekonomis bagi perusahaan energi untuk mengirim kapal guna mengambil minyak mentah Amerika Serikat (AS). Hal ini berpotensi mengurangi ekspor minyak AS.
Di China, negara dengan perekonomian terbesar kedua dunia, pertumbuhan output industri sedikit meningkat pada November, namun penjualan ritel mengalami kekecewaan. Hal ini memperburuk ekspektasi akan perlunya stimulus tambahan dari Beijing untuk mendongkrak konsumsi, di tengah ancaman tarif perdagangan AS yang lebih tinggi setelah Donald Trump terpilih kembali sebagai Presiden AS.
Sementara itu, di Jerman, sentimen bisnis memburuk lebih dari yang diperkirakan pada Desember, menurut survei yang dilakukan oleh Institut Ifo. Penurunan ini dipengaruhi oleh penilaian pesimis perusahaan terhadap prospek beberapa bulan ke depan, di tengah ketidakpastian geopolitik dan penurunan industri di ekonomi terbesar Eropa.
Di sisi lain, ekonomi AS menunjukkan ketahanan dengan laporan penjualan ritel yang meningkat lebih dari yang diperkirakan pada November, didorong oleh peningkatan pembelian kendaraan bermotor dan belanja online. Namun, laporan ini tidak mempengaruhi ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada Rabu (18/12/2024), untuk ketiga kalinya sejak bank sentral AS memulai siklus pelonggaran kebijakan moneter pada September lalu.
Proyeksi Kebijakan The Fed
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






