Jumat, 15 Mei 2026

Harapan Window Dressing Goyah, tapi Peluang Cuan Ada di BREN hingga MDKA

Penulis : Indah Handayani
18 Des 2024 | 07:56 WIB
BAGIKAN
Pekerja berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pekerja berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah di tengah harapan window dressing goyah pada Rabu (18/12/2024). HSG hari ini diperkirakan bergerak pada rentang support dan resistance di level 7.100– 7.220. Perusahaan efek itu merekomendasikan peluang cuan ada di BREN hingga MDKA.

Pada perdagangan Selasa (17/12/2024), IHSG ditutup melemah sebesar 100 poin (1,39%) ke level 7.157. Seluruh sektor saham melemah dan pelemahan terdalam terjadi pada sektor perindustrian sebesar 2,32%.

Pilarmas menjelaskan, ditengah situasi dan kondisi yang penuh harapan untuk Desember, namun rasanya kenyataan tidak seindah bayangannya. Berbagai hal, terus menerpa keyakinan terhadap optimisme pelaku pasar dan investor di bulan Desember ini. Mulai dari pengumuman kenaikkan PPN 12% yang ternyata isinya tidak seperti yang disampaikan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

“Hal itu membuat pelaku pasar dan investor kecewa hingga adanya krisis kepercayaan terhadap situasi dan kondisi yang terjadi seperti yang dapat dibaca disini. Sehingga terus menggoyahkan harapan akan kehadiran window dressing tahun ini, dimana telah mendorong penurunan IHSG dari level 7.530 hingga terkoreksi hingga 7.157,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Rabu (18/12/2024).

Menurut Pilarmas, situasi dan kondisi dalam negeri yang kurang baik, juga ditekan oleh pergolakan dari global, mulai dari China yang selalu memberikan janji tapi bukan bukti mengenai stimulus hingga kekhawatiran akan kebijakan presiden terpilih Donald Trump yang dapat memberikan tekanan.

Sampai dengan saat ini, lanjut Pilarmas, indeks mata uang Asia telah jatuh ke level terendahnya dalam lebih dari dua tahun terakhir karena hal tersebut, tidak terkecuali Rupiah yang kembali menyentuh level Rp 16.000. “Volatilitas yang begitu tinggi, membuat kami melihat bahwa Bank Indonesia mungkin akan menahan tingkat suku bunga mereka, setidaknya untuk saat ini untuk menahan gejolak yang ada,” tambah Pilarmas.

Pilarmas menilai, mungkin kepercayaan pelaku pasar dan investor juga agak goyah karena situasi dan kondisi dalam negeri yang juga memang tidak mendukung. “Oleh sebab itu, berbagai kebijakan diharapkan dapat membantu menguatkan, di tengah banyaknya angin ketidakpastian yang ada saat ini,” paparnya.

Pilarmas merekomendasikan peluang cuan ada di BREN hingga MDKA, yaitu:

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia