Brigit Biofarma (OBAT) IPO, Pengendalinya Usia 30-an, Ada juga Sosok Penting di Sini
JAKARTA, investor.id - PT Brigit Biofarma Teknologi Tbk (OBAT) bersiap menggelar initial public offring (IPO) sebanyak-banyaknya 170 ribu (28,33%) saham.
Perseroan membuka harga penawaran awal di kisaran Rp 330-350/saham sehingga nilai seluruh penawaran umum ini sebanyak-banyaknya Rp 59,5 miliar.
Masa penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 18-23 Desember 2024. Masa penawaran umumnya diperkirakan pada 3-7 Januari 2025, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tanggal 9 Januari 2025.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek aksi ini adalah Oso Sekuritas Indonesia.
Brigit Biofarma Teknologi juga akan menerbitkan 85 juta waran seri I secara gratis bagi pemegang saham baru. Setiap pemegang 2 saham baru berhak mendapatkan 1 waran, di mana setiap warannya memberikan hak kepada pemegangnya untuk menebus 1 saham di harga Rp 350. Hasil pelaksanaan waran seri I sebanyak-banyaknya Rp 29,75 miliar.
Pemegang saham OBAT saat ini terdiri dari Machmud Lutfi Huzain sebanyak 50% saham, Amei Lisa Dita Karina 45% saham, dan Narno Raharjo 5% saham.
Pengendali
Pemilik manfaat akhir dan pengendali dari perseroan adalah Machmud Lutfi Huzain dan Amei Lisa Dita Karina.
Machmud Lutfi Huzain menjabat juga komisaris utama perseroan. Ia berusia 34 tahun, memperoleh gelar sarjana teknik kimia dari Universitas Diponegoro tahun 2013. Saat ini menjabat sebagai komisaris utama perseroan sejak tahun 2024.
Di jajaran komisaris, ada nama Dahlan Iskan sebagai komisaris independen perseroan. Dahlan Iskan adalah menteri BUMN periode 2011-2014.
Kegiatan usaha Brigit Biofarma Teknologi (OBAT) yang saat ini telah benar-benar dijalankan adalah bergerak dalam bidang industri maklon herbal, kosmetik, dan minuman fungsional dan botanikal.
Produk herbal yang dimaksud adalah berbagai macam produk obat tradisional di antaranya kapsul herbal dan madu, sedangkan produk kosmetik yang dimaksud adalah berbagai produk untuk dekoratif maupun perawatan kulit. Adapun produk minuman fungsional dan botanikal yang dimaksud adalah minuman serbuk dan teh.
Perseroan berdiri sebagai bentuk respons terhadap keinginan masyarakat untuk memilik merek sendiri tanpa harus memiliki pabrik.
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil IPO ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek seluruhnya akan digunakan oleh perseroan untuk modal kerja yang antara lain untuk pembelian bahan baku, penambahan produksi, dan pengembangan pemasaran.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






