Ini Dia Biang Kerok IHSG Terjun Bebas
JAKARTA, investor.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas pada penutupan sesi I, Rabu (18/12/2024). IHSG hari ini ditutup jatuh sebesar 41,89 poin (0,59%) ke level 7.115,8. Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, IHSG hari ini terjun bebas karena sentimen negatif dalam negeri.
Pilarmas menjelaskan, sentimen negatif tersebut adalah stimulus ekonomi pemerintah dan kebijakan moneter Bank Indonesia (BI). Upaya pemerintah memberikan stimulus ekonomi dalam menjaga daya beli masyarakat terkait dampak kenaikan PPN. “Namun yang menjadi tanda tanya seberapa efektif stimulus tersebut menopang daya beli masyarakat,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Rabu (18/12/2024).
Pilarmas menyebutkan, pemerintah memberikan stimulus ekonomi kepada masyarakat, hal sebagai upaya untuk menjaga daya beli masyarakat ditengah tekanan kenaikan PPN sebesar 12% per 1 Januari 2025 yang berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.
Tidak hanya itu, Pilarmas menambahkan, pasar juga menantikan kebijakan moneter Bank Indonesia sehubungan dengan suku bunga BI rate, yang akan rilis nanti siang. Secara konseses di prediksi BI akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 6,00%.
“Tetapnya suku bunga acuan tersebut tampaknya sebagai upaya BI dalam menjaga stabilitas rupiah dari tekanan esktenal terutama dari kebijakan Amerika Serikat (AS) yang diprediksi bank sentral AS akan memiliki peluang melakukan pemangkasan suku bunga acuannya,” papar Pilarmas.
Sementara itu, Pilarmas menyebut, indeks saham Asia bergerak mixed, disaat pasar bersiap pengumuman kebijakan The Fed dan fkcus perhatian pasar pada petunjuk untuk prospek suku bunga tahun depan, di tengah ketidakpastian mengenai bagaimana kebijakan pemerintahan Trump yang akan datang dapat memengaruhi lintasan suku bunga.
Kebijakan China
Di sisi lain, Pilarmas mengatakan, pasar mengambil posisi baru di tengah tanda-tanda yang lebih jelas bahwa China akan mengadopsi kebijakan fiskal yang lebih proaktif untuk tahun mendatang, termasuk rencana untuk menerbitkan lebih banyak obligasi pemerintah.
“Dukungan fiskal juga diharapkan memainkan peran penting dalam meningkatkan permintaan domestik dan mengurangi potensi dampak kenaikan tarif AS,” ucapnya.
Sementara itu, bank sentral China- PBoC telah mengindikasikan bahwa memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut guna mendukung pemulihan ekonomi.
Sementara itu, lanjut dia, neraca perdagangan Jepang mengalami defisit sebesar 117,6 miliar yen (US$ 765,2 juta), lebih tinggi dari ekspektasi defisit sebesar 688,9 miliar yen. Dan perhatian juga beralih ke pertemuan kebijakan Bank of Japan minggu ini, di mana bank sentral mungkin menunda kenaikan suku bunga karena para pembuat kebijakan membutuhkan waktu untuk menilai data ekonomi.
Pada sesi pertama hari ini, saham-saham yang mengalami kenaikan terbesar KJEN, SONA, SKBM, LION, CCSI. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar SAPX, POLU, TRUS, DADA, MMIX, ISAP.
Pilarmas merekoemndasikan saham PGAS untuk perdagangan di sesi II. “Kami merekomendasikan PGAS buy dengan support dan resistance di 1.525 – 1.575,” tutup Pilarmas.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






