Kamis, 14 Mei 2026

Tower Bersama (TBIG) Pakai Dana Internal Lunasi Obligasi Rp 1,51 Triliun

Penulis : Muawwan Daelami
18 Des 2024 | 16:59 WIB
BAGIKAN
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Foto: Perseroan.
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Foto: Perseroan.

JAKARTA, investor.id - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), memanfaatkan dana internal untuk melunasi pokok dan bunga Obligasi jatuh tempo senilai Rp 1,51 triliun.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan TBIG Helmy Yusman menyampaikan, TBIG membayar pokok utang dan bunga Obligasi Berkelanjutan VI Tower Bersama Infrastructure Tahap II Tahun 2023 itu pada 16 Desember 2024. "Dari dana internal," jawab Helmy singkat kepada Investor Daily, Rabu (18/12/2024).

Atau dengan kata lain, TBIG tidak perlu melakukan pembiayaan ulang (refinancing) untuk membayar pokok dan bunga keempat Obligasi yang jatuh tempo pada 15 Desember 2024 tersebut. Obligasi ini memiliki tingkat bunga sebesar 6,75%.

ADVERTISEMENT

Bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBNI). PT Fitch Ratings Indonesia pada 30 Oktober 2024 bahkan telah menyematkan peringkat AA+ kepada TBIG, yang menunjukkan emiten menara Grup Saratoga ini mempunyai kemampuan kuat untuk melunasi utangnya.

Merujuk pada laporan konsolidasian TBIG per 30 September 2024, TBIG tercatat telah menghabiskan sebanyak Rp 1,58 triliun untuk membayar buang dan biaya pinjaman bank. Sementara posisi kas dan setara kas pada akhir periode tersisa sebesar Rp 585,45 miliar, turun dibandingkan posisi pada awal periode sebesar Rp 800,85 miliar.

Emiten berkode saham TBIG tersebut memang mempunyai sederet opsi untuk meraih pendanaan tebal dalam rangka mendukung bisnis perseroan ke depan. Bahkan, penawaran umum berkelanjutan (PUB) Obligasi TBIG mencapai Rp 20 triliun.

Helmy menuturkan, TBIG mempunyai banyak opsi untuk memperoleh pendanaan mulai dari penerbitan obligasi dalam rupiah sampai pendanaan alternatif yang paling murah. “Jadi, opsi-opsi kami untuk pendanaan masih banyak. Kami punya rupiah bonds, PUB kami masih Rp 20 triliun dan baru terpakai setengahnya. Kami juga punya bilateral loan dengan bank-bank dalam maupun luar negeri,” tutur Helmy.

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 15 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 33 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia