Jumat, 15 Mei 2026

Sinyal Agresif The Fed Picu Kekhawatiran Harga Emas

Penulis : Grace El Dora
20 Des 2024 | 01:05 WIB
BAGIKAN
Tampilkan tumpukan emas batangan dari dekat. (Foto: Vector Photo Gallery/ Istock/ Getty Images)
Tampilkan tumpukan emas batangan dari dekat. (Foto: Vector Photo Gallery/ Istock/ Getty Images)

Perdebatan telah berlangsung selama bertahun-tahun mengenai apakah mata uang kripto seperti bitcoin dapat menggantikan emas sebagai aset “penyimpan nilai” terkemuka. Para skeptis berpendapat aset kripto tidak memiliki stabilitas logam.

Keduanya memiliki daya tarik teoritis sebagai tempat berlindung dari volatilitas geopolitik dan pasar yang lebih luas, meskipun hal ini tidak selalu terbukti pada harga kripto.

Ketegangan geopolitik yang terjadi hingga 2025. Hal ini, bersamaan dengan diversifikasi cadangan mata uang asing oleh bank sentral dan fakta suku bunga kemungkinan akan terus bergerak turun, menciptakan badai yang sempurna untuk emas kata ahli strategi komoditas ING Ewa Manthey.

ADVERTISEMENT

"Meskipun terjadi penurunan harga emas menyusul pernyataan Fed kemarin, kami yakin momentum positif emas akan terus berlanjut dalam jangka pendek hingga menengah," terang Manthey.

ING memperkirakan harga emas rata-rata US$ 2.760/oz pada 2025 dari US$ 2.595 saat ini.

Manthey tetap menekankan optimismenya hanya untuk jangka pendek hingga menengah.

"Dalam jangka panjang, kebijakan yang diusulkan Trump, termasuk tarif dan kontrol imigrasi yang lebih ketat, yang bersifat inflasioner, akan membatasi pemotongan suku bunga dari Federal Reserve. Dolar AS yang lebih kuat dan kebijakan moneter yang lebih ketat pada akhirnya dapat memberikan beberapa hambatan bagi emas," jelasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia