Sinyal Agresif The Fed Picu Kekhawatiran Harga Emas
Perdebatan telah berlangsung selama bertahun-tahun mengenai apakah mata uang kripto seperti bitcoin dapat menggantikan emas sebagai aset “penyimpan nilai” terkemuka. Para skeptis berpendapat aset kripto tidak memiliki stabilitas logam.
Keduanya memiliki daya tarik teoritis sebagai tempat berlindung dari volatilitas geopolitik dan pasar yang lebih luas, meskipun hal ini tidak selalu terbukti pada harga kripto.
Ketegangan geopolitik yang terjadi hingga 2025. Hal ini, bersamaan dengan diversifikasi cadangan mata uang asing oleh bank sentral dan fakta suku bunga kemungkinan akan terus bergerak turun, menciptakan badai yang sempurna untuk emas kata ahli strategi komoditas ING Ewa Manthey.
"Meskipun terjadi penurunan harga emas menyusul pernyataan Fed kemarin, kami yakin momentum positif emas akan terus berlanjut dalam jangka pendek hingga menengah," terang Manthey.
ING memperkirakan harga emas rata-rata US$ 2.760/oz pada 2025 dari US$ 2.595 saat ini.
Manthey tetap menekankan optimismenya hanya untuk jangka pendek hingga menengah.
"Dalam jangka panjang, kebijakan yang diusulkan Trump, termasuk tarif dan kontrol imigrasi yang lebih ketat, yang bersifat inflasioner, akan membatasi pemotongan suku bunga dari Federal Reserve. Dolar AS yang lebih kuat dan kebijakan moneter yang lebih ketat pada akhirnya dapat memberikan beberapa hambatan bagi emas," jelasnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






