Jumat, 15 Mei 2026

Fokus ke TLKM, BRIS, hingga SSIA Saja, IHSG Konsolidasi

Penulis : Jauhari Mahardhika
22 Des 2024 | 18:24 WIB
BAGIKAN
Pialang melihat grafik perkembangan harga saham. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Pialang melihat grafik perkembangan harga saham. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi konsolidasi dalam rentang level 6.950-7.050 pada perdagangan Senin (23/12/2024).

Itu berarti IHSG tidak menunjukkan tren kenaikan atau penurunan yang signifikan, tetapi bergerak dalam kisaran level yang relatif sempit, karena ketidakpastian pasar dan masih rawan aksi ambil untung (profit taking).

Pada perdagangan Jumat (20/12/2024), IHSG ditutup flat (+0,09%) di level 6.983,8. “Secara teknikal, pelebaran negative slope pada indikator MACD masih terus berlanjut, sedangkan indikator stochastic RSI sedang menuju ke area jenuh jual (oversold),” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasannya, yang dikutip pada Minggu (22/12/2024).

ADVERTISEMENT

Secara sentimen, pergerakan IHSG bakal cenderung dibayangi data-data ekonomi luar negeri. Dari Amerika Serikat (AS), pasar mengantisipasi rilis data CB Consumer Confidence Desember 2024 yang dijadwalkan pada 23 Desember. CB Consumer Confidence diperkirakan naik ke level 113 dari 111,7 pada November 2024. Ini menandakan tingkat kepercayaan konsumen di AS terhadap kondisi ekonomi AS cenderung terjaga.

Selain itu, pasar mengantisipasi rilis data Durable Goods Orders November 2024 pada 24 Desember, yang diprediksi turun 0,4% mom dari 0,2% mom pada Oktober 2024. Ini menandakan kepercayaan produsen terhadap kondisi ekonomi AS sedang melemah.

Dari Eropa, pasar mengantisipasi rilis data GDP Growth Rate Final kuartal III-2024 di Inggris, yang dijadwalkan pada 23 Desember. Pasar memperkirakan pertumbuhan ekonomi Inggris naik menjadi 1% yoy dari 0,7% yoy pada kuartal II-2024.

Di waktu yang sama, Inggris juga akan merilis data Business Investment Final kuartal III-2024, yang ditaksir naik 4,5% yoy dari 0,2% yoy pada kuartal II-2024. “Dua data tersebut mengindikasikan bahwa kondisi ekonomi Inggris masih cukup solid,” jelas Phintraco Sekuritas.

Dari regional, pasar mengantisipasi rilis data tingkat pengangguran November 2024 di Jepang, yang dijadwalkan pada 27 Desember. Tingkat pengangguran di Jepang diperkirakan stabil di level 2,5%. Jepang juga akan merilis data penjualan ritel November 2024 yang diprediksi turun menjadi 1,3% yoy dari 1,6% yoy pada Oktober 2024. Penurunan itu menandakan konsumsi domestik yang melemah.

“Sementara itu, dari dalam negeri, pasar mengantisipasi rilis data M2 Money Supply November 2024 yang dijadwalkan pada 23 Desember. Data tersebut sebagai acuan untuk mengetahui tingkat likuiditas perekonomian,” sebut Phintraco Sekuritas.

Broker efek itu menetapkan sejumlah saham sebagai pilihan utama untuk perdagangan Senin (23/12/2024), yaitu ESSA, GJTL, ADMR, BTPS, ADRO, dan EXCL.

Cara Maksimalkan Cuan dari TLKM, BRIS, hingga SSIA 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia