Jumat, 15 Mei 2026

3 Saham Bank Jagoan 2025, Ada BBRI?

Penulis : Jauhari Mahardhika
4 Jan 2025 | 16:04 WIB
BAGIKAN
Bank Central Asia (BBCA) atau BCA. (Foto: Perseroan)
Bank Central Asia (BBCA) atau BCA. (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – Laba solid sektor perbankan diprediksi berlanjut pada 2025. Valuasi bank juga tetap menarik. Lantas, saham bank apa yang masih berpotensi cuan? Apakah BBCA, BMRI, BRIS, atau BBRI?

Analis KB Valbury Sekuritas, Akhmad Nurcahyadi mengungkapkan bahwa tahun ini pertumbuhan kredit diperkirakan tetap sehat pada kisaran 10% hingga 11%. Tahun 2024, fungsi intermediasi juga diyakini tetap kuat dengan pertumbuhan kredit sebesar 10,8% yoy.

“Total dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 6,3% yoy, sementara proyeksi KB Valbury Sekuritas untuk tahun 2024 tumbuh 6,9% yoy. Pada 2025, arah pertumbuhan DPK akan sangat dipengaruhi oleh pergerakan imbal hasil (yield) SRBI,” tulis Akhmad dalam risetnya.

ADVERTISEMENT

Secara umum, mayoritas bank domestik terus menunjukkan kinerja keuangan yang solid hingga November 2024. Pertumbuhan laba bersih agregat pada November 2024 mencapai 9,7% yoy.

Hal itu terutama didorong oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) yang mencetak pertumbuhan laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (profit after tax & minority interest/PATMI) impresif sebesar 21,5% yoy.

Adapun kondisi suku bunga rendah diharapkan menjadi katalis penting untuk ekspansi margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang berkelanjutan pada 2025. Kondisi tersebut bisa mendorong pertumbuhan PATMI secara keseluruhan melampaui pencapaian pada 2024.

“Kami memperkirakan metrik risiko tetap solid dengan biaya kredit (cost of credit/CoC) tetap rendah,” sebut Akhmad.

Sementara itu, stabilitas SRBI bisa memberikan tekanan terhadap bank dalam mengelola biaya dana yang rendah. Sedangkan potensi pemangkasan suku bunga acuan lebih lanjut dapat memberikan tambahan dukungan bagi biaya pinjaman yang lebih menguntungkan.

“Dampak pemangkasan suku bunga sebelumnya terhadap NIM bank diyakini menjadi pendorong utama laba pada kuartal I-2025,” ungkapnya.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia