Jumat, 15 Mei 2026

Walau Khawatir dengan Tarif, Investor Emas Masih Optimistis Tahun Ini

Penulis : Happy Amanda Amalia
6 Jan 2025 | 14:34 WIB
BAGIKAN
Tampilkan tumpukan emas batangan dari dekat. (Foto: Vector Photo Gallery/ Istock/ Getty Images)
Tampilkan tumpukan emas batangan dari dekat. (Foto: Vector Photo Gallery/ Istock/ Getty Images)

NEW YORK, investor.id – Para manajer keuangan melihat banyak alasan untuk tetap optimistis (bullish) terhadap pergerakan harga emas. Hal ini menyusul catatan luar biasa pada 2024 yang membuat logam mulia ini membukukan kenaikan tahunan terbesar, sejak 2010.

Logam mulia itu dilaporkan melonjak 27% pada tahun lalu, mencapai rekor tertinggi karena melonjak hingga hampir US$ 2.800 per ons.

Ada pun tiga faktor utama yang mendorong reli tersebut, yakni pembelian besar-besaran oleh bank sentral, terutama di China dan pasar negara berkembang lainnya; pelonggaran moneter The Federal Reserve (The Fed), yang membuat emas tanpa imbal hasil menjadi lebih menarik; dan peran historis emas sebagai aset aman di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung, termasuk perang di Ukraina dan Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

Faktor-faktor pendorong tersebut diprediksi masih bertahan hingga 2025. Namun, para investor juga perlu bersiap-siap menghadapi masa jabatan kedua Donald Trump dan potensi dampak presiden baru ini terhadap arus perdagangan, inflasi, dan ekonomi global. Prospek tersebut terus, bahkan, memacu pembelian emas sebagai cara untuk melindungi kekayaan dan melakukan lindung nilai (hedge fund) terhadap potensi guncangan negatif.

“Diversifikasi investasi melalui pembelian emas batangan adalah sebuah tren yang akan terus berlanjut. Kami memperkirakan bank-bank sentral dan keluarga-keluarga kaya akan terus menganggap emas sebagai sesuatu yang menarik,” ujar Greg Sharenow, manajer portofolio di Pacific Investment Management Co., dilansir Bloomberg pada Senin (06/01/2025).

Di satu sisi, hedge fund AS, Quantix Commodities, memiliki 30% kepemilikan emas, hampir dua kali lipat dari bobot logam di Indeks Komoditas Bloomberg. Menurut Head of Investor Solutions Qunatic, Matt Schwab, perusahaannya berencana mempertahankan posisi kelebihan bobotnya sepanjang tahun ini, dan ia juga memproyeksikan emas naik menjadi US$ 3.000 pada 2025.

Tidak hanya Schwab, para ahli strategi penjualan di bank-bank Wall Street juga optimistis. Semisal Bank of America Corp. dan JPMorgan Chase & Co., yang memperkirakan harga emas batangan mencapai US$ 3.000 pada akhir tahun ini, sementara UBS AG memperkirakan harga emas US$ 2.900.

Sebagai informasi, pada awal Januari tahun ini, emas spot diperdagangkan di atas US$ 2.600 per ons.

Kendati optimistis, tetapi yang pasti, harga emas telah merosot sejak pemilu AS pada 5 November 2024. Logam mulia ini dilaporkan merugi selama reli dolar, pasar saham, dan Bitcoin di tengah euforia pasar atas kemenangan Trump.

Ketegangan dan Perlambatan

Namun untuk jangka panjang, kemungkinan pemberlakuan tarif baru akan mempercepat ketegangan perdagangan dan berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi. Para ekonom dan analis pun melihat langkah-langkah yang diusulkan Trump dapat memicu inflasi, sehingga mempersulit jalur The Fed untuk menurunkan suku bunga tahun ini.

Setelah menurunkan seperempat poin pada pertemuan terakhir mereka di 2024, para pejabat The Fed pada 18 Desember 2024 sempat mengisyaratkan hanya terjadi dua kali penurunan suku bunga untuk 2025 dan lebih berhati-hati atas seberapa cepat mereka dapat terus mengurangi biaya pinjaman.

“Jika hubungan perdagangan memburuk dengan kebijakan Trump yang baru, kita mungkin akan melihat pasar ekuitas bereaksi negatif. Emas akan menjadi aset yang baik untuk disimpan sebagai lindung nilai terhadap risiko tersebut,” kata Darwei Kung, kepala komoditas di DWS Group, yang melihat penaikan harga emas batangan menjadi US$ 2.800 pada akhir tahun.

Secara global, kemungkinan perang dagang dengan AS dapat mendorong para gubernur bank sentral untuk mempercepat laju pelonggaran. Menurut Aline Carnizelo, managing partner di perusahaan Swiss Frontier Commodities, langkah tersebut adalah skenario yang akan mendukung kinerja emas, yang ia lihat iperdagangkan di atas US$ 2.800 tahun ini.

Patrick Fruzzetti, manajer portofolio di Rose Advisors di New York, mengatakan bahwa perbedaan besar antara saat ini dan saat Trump pertama kali menjabat adalah tingkat pengeluaran defisit.

Berdasarkan catatan Kantor Anggaran Kongres, beban utang AS telah meningkat menjadi sekitar US$ 28 triliun dari kurang dari US$ 17 triliun pada akhir 2019, dan defisit federal diproyeksikan akan melebihi 6% dari produk domestik bruto (PDB) pada 2025.

“Kekhawatiran mengenai kemampuan pemerintah AS untuk membayar kembali utangnya dapat menghalangi beberapa investor untuk menaruh uangnya di Treasury, kata Jeff Muhlenkamp, yang mengalokasikan sekitar 12% dari dana yang ia kelola secara tidak langsung ke emas.

Sementara Fruzzeti menambahkan bahwa tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata – terkait janji pemerintahan yang akan datang untuk mengatasi defisit federal.

“Sampai mereka dapat menunjukkan hal yang berbeda, saya tidak akan mengurangi posisi emas saya,” pungkasnya.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia