Harga Emas Tergelincir Menjelang Rilis Bejibun Data AS
NEW YORK, investor.id - Harga emas tergelincir pada Senin (6/1/2025). Di tengah kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) yang mengimbangi dukungan dari melemahnya dolar AS. Sementara itu, pelaku pasar menantikan rilis sejumlah data ekonomi AS pada pekan ini, untuk mendapatkan gambaran terkait pelonggaran laju pemangkasan suku bunga The Fed pada 2025.
Dikutip dari CNBC internasional, harga emas spot turun 0,2% menjadi US$ 2.634,27 per ons. Sementara kontrak berjangka emas AS melemah 0,4% ke US$ 2.645,5 per ons.
“Imbal hasil obligasi kembali naik, memberikan tekanan pada harga emas,” ujar Nitesh Shah, ahli strategi komoditas di WisdomTree.
Namun, Shah juga menambahkan laporan tentang tim penasihat Trump yang mengeksplorasi rencana tarif yang tidak seagresif sebelumnya membantu indeks dolar AS terdepresiasi hampir 1%.
Kenaikan imbal hasil obligasi AS 10 tahun ke level tertinggi dalam lebih dari satu pekan membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik. Di sisi lain, pelemahan indeks dolar sebesar 1% menjadikan emas lebih murah bagi pembeli di luar negeri.
Proyeksi terbaru The Fed pada Desember mengindikasikan langkah yang lebih hati-hati dalam pemangkasan suku bunga tahun ini, dengan sebagian besar pembuat kebijakan mengkhawatirkan potensi lonjakan inflasi kembali. Bank sentral mungkin perlu mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk menangani inflasi yang masih berada di atas target 2%.
Inflasi Tinggi
Presiden terpilih AS Donald Trump, yang akan dilantik pada 20 Januari, diperkirakan akan mendorong inflasi lebih tinggi melalui kebijakan tarif dan proteksionisme yang diusulkannya.
“Ada spekulasi bahwa Trump akan mengurangi tarif. Jika harga komoditas naik, inflasi akan tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama,” kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures.
Kini, pelaku pasar menantikan rilis sejumlah data ekonomi AS. Mulai dari laporan pekerjaan AS pada Jumat (10/1/2025), yang diperkirakan akan memberikan petunjuk tentang arah kebijakan The Fed ke depan. Data lowongan kerja AS yang akan dirilis pada Selasa (7/1/2025), laporan ketenagakerjaan ADP, dan risalah pertemuan kebijakan terbaru The Fed pada Rabu (8/1/2025) juga menjadi fokus perhatian.
Pelemahan juga terjadi pada platinum sebesar 1,1% menjadi US$ 928,05 dan paladium yang melemah 0,5% ke US$ 917,96 per ons. Sedangkan perak spot malah naik 1,1% menjadi US$ 29,94 per ons.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






