Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Perkasa Berkat Pasar Respons Positif RI Gabung BRICS

Penulis : Indah Handayani
7 Jan 2025 | 15:28 WIB
BAGIKAN
Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank Mandiri, Jakarta pada Jumat (11/10/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa)
Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank Mandiri, Jakarta pada Jumat (11/10/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup perkasa pada perdagangan Selasa sore (7/1/2025). Hal itu karena pasar merespons positif Indonesia bergabung dalam kelompok BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan).

Mata uang rupiah ditutup menguat 55,5 poin (0,34%) berada di level Rp 16.142,5 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar terlihat turun 0,24 poin (0,23%) menjadi 108,01. Nilai tukar rupiah sempat melemah 1 poin di level Rp 16.198 pada Senin (6/1/2025).

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 55 point sebelumnya sempat menguat 65 point, hingga akhirnya ditutup di level Rp.16.142 dari penutupan sebelumnya di level Rp.16.198. “Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif. Namun, ditutup melemah direntang Rp 16.130 – 16.200,” ungkapnya, Selasa (7/1/2025).

ADVERTISEMENT

Menurut Ibrahim, pasar merespon positif bergabungnya Indonesia ke dalam kelompok BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) merupakan langkah strategis yang dapat meningkatkan posisi tawar Indonesia di kancah global. Khususnya, di mata OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development).

“Indonesia merupakan kekuatan ekonomi potensial di Asia, potensi itu harus di unlock dengan lebih berani mengambil sikap. Keputusan bergabung BRICS justru akan meningkatkan posisi tawar Indonesia di mata OECD yang selama ini seolah diposisikan tidak setara dengan negara lain,” paparnya.

Ibrahim menambahkan, terkait agenda dedolarisasi yang menjadi salah satu agenda BRICS, fenomena ini akan terjadi secara alami seiring menurunnya dominasi ekonomi Amerika Serikat (AS). Peran ekonomi AS di dunia, meskipun akan tetap penting, cenderung menurun akibat munculnya kekuatan baru seperti China, India, Rusia, Brasil, Meksiko, atau bahkan Indonesia.

Tren dedolarisasi, lanjutnya, akan lebih banyak terjadi dalam konteks perdagangan antar anggota BRICS, seperti yang telah diterapkan China dan Rusia dengan menggunakan mata uang lokal untuk 90 persen transaksi ekspor-impor mereka. “Namun, untuk terciptanya mata uang alternatif global atau sistem transfer pengganti SWIFT kemungkinan sangat sulit,” tambah Ibrahim.

Lebih lanjut Ibrahim mengatakan, keanggotaan Indonesia di BRICS untuk membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, seperti teknologi, ketahanan pangan, dan perubahan iklim. “Ini merupakan langkah strategis untuk memperluas pengaruh dan memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional,” jelasnya.

Sentimen Eksternal

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 21 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 53 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia