Jumat, 15 Mei 2026

Surya Semesta Internusa (SSIA) dan ITDC Sepakat Perpanjang Sewa Lahan di Bali

Penulis : Indah Handayani
7 Jan 2025 | 17:19 WIB
BAGIKAN
Surya Semesta Internusa (SSIA) perpanjang kerjasama sewa dan pengelolaan lahan dengan ITDC di kawasan The Nusa Dua, Bali.
Surya Semesta Internusa (SSIA) perpanjang kerjasama sewa dan pengelolaan lahan dengan ITDC di kawasan The Nusa Dua, Bali.

JAKARTA,investor.id – PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), melalui anak usaha yang merupakan pemilik dan pengelola Meliá Bali Hotel, PT Suryalaya Anindita International, memperpanjang kerjasama Land Utilization & Land Development Agreement (LUDA) atau sewa dan pengelolaan lahan dengan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC untuk Lot N1 di kawasan The Nusa Dua, Bali.

Presiden Surya Semesta Internusa (SSIA) Direktur Johannes Suriadjaja menjelaskan, perjanjian yang telah berlangsung hampir selama 50 tahun sejak 18 April 1983 hingga 17 April 2033 akan diperpanjang untuk periode tambahan selama 30 tahun dan akan berakhir pada 17 April 2063, dengan opsi perpanjangan lebih lanjut selama 20 tahun sampai 17 April 2083.

“Dengan perpanjangan ini, total masa kerja sama ini bisa mencapai 100 tahun,” ungkap Johannes di sela penandatangan perpanjangan kerjasama di Jakarta, Selasa (7/1/2024).

ADVERTISEMENT

Johannes menambahkan, perpanjangan kerja sama ini menegaskan kepercayaan perseroan terhadap ITDC dan potensi kawasan The Nusa Dua, Bali sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia. Diharapkan melalui kerjasama berkelanjutan dapat memperkuat posisi The Nusa Dua sebagai kawasan pariwisata bertaraf internasional yang mampu berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan industri pariwisata nasional.

Sayangnya, Johannes enggan menyebutkan nilai perpanjangan sewa tersebut. Ia hanya mengatakan, nilainya cukup besar. Apalagi perseroan memutuskan untuk merenovasi menyeluruh Meliá Hotels and Resorts yang menempati lahan Lot N1 tersebut dan meningkatkan brand hotels tersebut menjadi Paradisus by Meliá Bali.

“Brand Paradisus ini merupakan resort mewah dari operator hotel Melia, dan akan menjadi yang pertama di Asia. Setelah sebelumnya hanya ada di Karibia dan Meksiko,” paparnya.

Upaya Strategis

Menurut Johannes, transformasi ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk mendukung program rejuvenasi properti hotel di kawasan The Nusa Dua, sekaligus meningkatkan standar layanan akomodasi, serta menjaga daya saing kawasan dalam industri pariwisata global.

“Renovasi ini diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp 1,4 triliun. Dananya akan berasal dari pinjaman yang diraih perseroan dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) belum lama ini,” paparnya.

Johannes berharap, kehadiran brand baru ini tidak hanya akan menghadirkan pengalaman menginap premium bagi wisatawan domestik dan mancanegara, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan akomodasi di kawasan The Nusa Dua.

“Selain itu, transformasi ini sejalan dengan upaya untuk menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan, sehingga mendukung keberlanjutan dan daya saing destinasi pariwisata unggulan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Komersial ITDC Troy Warokka mengatakan, kerja sama ini tidak hanya menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi jangka panjang antara ITDC dan PT Suryalaya Anindita International, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas di kawasan The Nusa Dua.

“Kehadiran Paradisus by Meliá Bali diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang signifikan, tidak hanya bagi daya tarik kawasan sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional melalui kontribusi sektor pariwisata yang semakin kuat,” tutupnya. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia