Dividen ADRO Rp 106,8/Saham Cair, Harga Sahamnya Bisa Segini
JAKARTA, investor.id - PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dijadwalkan membayarkan dividen interim tahun buku 2024 senilai US$ 200 juta pada Rabu (15/1/2025) ini.
Sekretaris Perusahaan Alamtri Resources, Mahardika Putranto mengungkapkan bahwa kurs konversi yang digunakan untuk pembagian dividen tunai interim ADRO mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia tanggal 2 Januari 2025, yaitu senilai Rp 16.157/USD.
Dengan demikian, ungkapnya, jumlah keseluruhan dividen tunai interim yang akan dibagikan perseroan dalam mata uang rupiah adalah sebesar Rp 3,23 triliun atau sebesar Rp 106,84 per saham.
Sejumlah konglomerat yang menjadi pemegang saham Alamtri dan tentu merupakan sosok penting, kebagian dividen perseroan. Sebut saja Garibaldi Thohir atau Boy Thohir yang menguasai 1.976.632.710 (6,426%) saham ADRO secara langsung. Juga Edwin Soeryadjaya menggenggam 1.051.738.544 (3,419%) saham, TP Rachmat memiliki 812.988.601 (2,643%) saham, dan Arini Saraswaty Subianto memiliki 80.106.250 (0,26%) saham.
Boy Thohir sendiri akan mendapatkan dividen ADRO sekitar Rp 211,18 miliar, Edwin Soeryadjaya dividennya Rp 112,36 miliar, TP Rachmat kebagian Rp 86,85 miliar, dan Arini Saraswaty memperoleh dividen Rp 8,55 miliar.
Saham
Alamtri Resources Indonesia (ADRO), dahulu bernama PT Adaro Energy Indonesia Tbk, kini fokus pada bisnis mineral dan green. Hal itu setelah perseroan melakukan divestasi perusahaan batu bara termal, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).
Pada perdagangan 14 Januari 2025, saham Alamtri naik tipis 0,43% ke Rp 2.360. Dalam sebulan saham ini melemah 8,53% dan tiga bulan anjlok 39,02%.
Macquarie sempat meng-upgrade saham ADRO menjadi netral dengan target harga Rp 2.500 dari tadinya Rp 2.000. Ini setelah memasukkan kepemilikan ADRO atas saham AADI, pembayaran dividen interim, dan estimasi baru capex. Broker ini tidak memasukkan proyek hijau ADRO, karena belum mulai konstruksi.
Katalis saham ADRO adalah kemajuan proyeksi energi hijau yang digarap. Adapun risiko penurunan rating adalah volume dan harga batu bara metalurgi yang lebih rendah dari proyeksi serta tertundanya proyek energi hijau.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






