BBRI, BMRI, BBNI Ngegas
Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor-sektor prioritas pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja, termasuk UMKM dan ekonomi hijau, melalui penguatan strategi kebijakan insentif likuiditas makroprudensial mulai Januari 2025 . Ikhtiar ini dijalankan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.
Kebijakan sistem pembayaran juga diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan, khususnya sektor perdagangan dan UMKM, dengan memperkuat keandalan infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran, serta memperluas akseptasi digitalisasi sistem pembayaran.
“Arah bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas dalam rangka memperkuat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tutur Perry.
Sebelumnya, Ekonom Bank Danamon Hosianna Evalita Situmorang turut memperkirakan BI masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada Januari 2025. Hal ini selaras dengan kondisi perekonomian global dan kebijakan suku bunga acuan bank sentral AS.
Hosianna berpendapat pada tahun ini ruang penurunan suku bunga acuan BI semakin terbatas. Pasalnya BI harus mengantisipasi dampak kebijakan tarif dari Donald Trump. Kondisi tersebut dikhawatirkan membawa dampak pada penguatan dolar dan menyebabkan mata uang negara berkembang mengalami pelemahan.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






