Jumat, 15 Mei 2026

Dampak ke BBRI Paling Signifikan

Penulis : Rama Sukarta
16 Jan 2025 | 08:24 WIB
BAGIKAN
BRI (BBRI). Ist
BRI (BBRI). Ist

JAKARTA, investor.id - Keputusan Bank Indonesia untuk memangkas suku bunga acuan ke 5,75% direspons positif oleh investor di pasar saham. Tercatat, usai pengumuman pemangkasan suku bunga acuan indeks harga saham gabungan (IHSG) ngegas dan menutup perdagangan pada penguatan cemerlang 1,77% kemarin

Menanggapi langkah Bank Indonesia, Equity Research Analyst MNC Sekuritas Raka Junico berpandangan bahwa sentimen ini dapat menjadi angin segar bagi IHSG pada jangka waktu singkat. Namun, Raka mengingatkan investor untuk terus memantau pergerakan data ekonomi lainnya seperti consumer price index (CPI) AS yang akan menggerakan market global.

"Katalis positif hari ini berasal dari Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 bps. Ini bisa menjadi suatu dorongan untuk posisi IHSG besok. Namun investor perlu mencermati data inflasi konsumen Amerika Serikat yang akan diumumkan malam ini. Tentunya ini akan menjadi pertimbangan bagi investor untuk melihat pasar pada esok hari. Ada potensi inflasi Amerika Serikat meningkat ke 2.9% yoy. Nampaknya euforia kenaikan IHSG terutama dari perbankan masih akan berlanjut namun tidak pasti karena kita masih menanti angka inflasi Amerika Serikat," ucap Raka kepada B-Universe di BEI Jakarta, Rabu (15/1/2025).

ADVERTISEMENT

BBRI Paling Signifikan

Sebagai informasi, saham-saham big banks ditutup menghijau kemarin. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI melambung 7,63%, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menguat 6.48%, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BBNI terapresiasi 6,78%, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA menguat 2,89%.

Raka menambahkan bahwa penguatan BBRI yang di atas big banks lain adalah wajar.

"Potensi kenaikan untuk bankings ini masih ada seiring dengan adanya penurunan suku bunga oleh BI. Saham yang terdampak paling signifikan adalah BBRI. Kebijakan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia memang lebih sensitif pada saham BBRI dan BBCA. Nampaknya investor harus tetap fokus pada agenda-agenda ekonomi lainnya seperti inflasi Amerika Serikat," pungkas Raka.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia