Jumat, 15 Mei 2026

Triniti Land (TRIN) Bidik Marketing Revenue 2025 Sebesar Rp 1,8 Triliun

Penulis : Muawwan Daelami
16 Jan 2025 | 11:47 WIB
BAGIKAN
Holdwell Business Park Lampung. Foto/TRIN
Holdwell Business Park Lampung. Foto/TRIN

JAKARTA, investor.id – PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) atau Triniti Land membidik marketing revenue pada 2025 sebesar Rp 1,8 triliun. Target tersebut berkaca dari prospek industri yang diprediksi semakin kondusif didukung kebijakan pemerintah, pemulihan ekonomi selepas pandemi, dan meningkatnya minat konsumen.

Optimisme TRIN pada 2025 juga didasarkan pada capaian 2024 yang mencatatkan marketing revenue sebesar Rp 1,89 triliun. Realisasi tersebut bukan hanya melampaui target awal sebesar Rp 1,5 triliun, tetapi juga pertumbuhan sebesar 81% dibanding realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp 1,05 triliun.

Proyek unggulan Sequoia Hills di Sentul menjadi kontributor terbesar terhadap capaian marketing revenue TRIS di 2024 dengan kontribusi sebesar 42%. Performa proyek lain seperti Collins Boulevard dan Holdwell Business Park juga tak kalah mentereng, sehingga hal ini mengukuhkan kepercayaan konsumen terhadap produk-produk inovatif Triniti Land.

ADVERTISEMENT

Menurut Co-Founder & Group CEO Triniti Land, Ishak Chandra, keberhasilan Triniti Land melampaui target 2024 merupakan hasil kerja keras tim didukung oleh respons pasar yang positif terhadap proyek-proyek unggulan perseroan.

Triniti Land (TRIN) Bidik Marketing Revenue 2025 Sebesar Rp 1,8 Triliun
Direksi Triniti Land. Foto/TRIN

“Kami optimistis, 2025 akan menjadi tahun yang lebih baik sesuai dengan tren siklus properti yang membaik dan insentif yang diberikan pemerintah. Target 2025 bukan sekadar angka, tapi mencerminkan kepercayaan kami terhadap potensi pasar properti Indonesia,” jelas Ishak dalam keterangan resminya, Kamis (16/1/2025).

Melalui strategi matang dan inovasi produk yang terus TRIN lakukan, Ishak meyakini, Triniti Land dapat memenuhi ekspektasi stakeholders sekaligus berkontribusi positif bagi perekonomian.

Beberapa proyek Triniti Land yang segera diselesaikan dan diserahterimakan kepada pelanggan pada 2025 di antaranya proyek hunian Sequoia Hills di Sentul, Marc’s Boulevard di Batam, Collins Boulevard di Tangerang, dan Holdwell Business Park di Lampung.

Strategi Keuangan

Dari sisi keuangan, Triniti Land juga akan memperkuat struktur permodalan dan fundamental perusahaan guna mendukung efisiensi dan keberlanjutan bisnis. Selain itu, kualitas manajemen dan staf Triniti Land juga akan terus ditingkatkan demi memastikan keberlanjutan bisnis berjalan lancar di masa mendatang.

Direktur Keuangan Triniti Land, Danny Sutradewa menambahkan, perihal keuangan, TRIN akan terus meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat struktur permodalan, serta mengelola arus kas secara optimal untuk mendukung pelaksanaan proyek-proyek strategis.

“Insentif pemerintah kami percaya akan semakin mendukung kami pelaku di sektor properti. Dengan pendekatan ini, kami percaya Triniti Land akan semakin kokoh menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan di 2025,” imbuh dia.

Perlu diketahui, dua aspek penting yang membuat industri properti tahun ini diproyeksikan cerah. Pertama, pertumbuhan ekonomi dan kedua, kebijakan pemerintah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi stabil di kisaran 5,2% pada tahun ini, yang membuat daya beli masyarakat terhadap hunian dan kawasan komersial meningkat.

Kebijakan pemerintah di sektor properti juga akan semakin mendukung. Kebijakan pembentukan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dan berbagai insentif di sektor properti diyakini bakal menambah gairah masyarakat untuk memiliki properti pada tahun ini.

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia