Perusahaan IPO di 2023 Buat Ekspansi, Bukannya Berkembang, Kios Malah Menyusut Drastis
JAKARTA, investor.id - Emiten makanan dan minuman, PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) atau Teguk menggelar initial public offering (IPO) dengan tanggal efektif pada 12 Juni 2023.
Perseroan melepas 1 miliar (30%) saham ke publik di harga Rp 110/saham. Nilai IPO Teguk saat itu mencapai Rp 117,85 miliar. Bertindak sebagai penjamin pelaksana efek adalah Semesta Indovest Sekuritas.
Berdasarkan laporan realisasi penggunaan dana IPO Teguk (TGUK) per 31 Desember 2024 terungkap bahwa hasil bersih yang diterima perseroan Rp 112,17 miliar. Adapun rencana penggunaan dana IPO menurut prospektus, yakni sebesar Rp 67,30 miliar digunakan untuk penambahan dan pengembangan gerai dan foodtruck; sisanya Rp 44,86 miliar untuk modal kerja.
Adapun realisasi hingga 31 Desember 2024, ungkap Direktur Utama TGUK Maulana Hakim, sebesar Rp 66,05 miliar sudah digunakan untuk penambahan dan pengembangan gerai dan foodtruck; serta Rp 44,44 miliar untuk modal kerja. “Sehingga masih ada sisa dana IPO Rp 1,67 miliar,” jelas Maulana dalam laporannya terkait realisasi penggunaan dana IPO.
Dalam prospektus IPO TGUK per 2023 lalu disebutkan bahwa sampai dengan tahun 2022, perseroan memiliki 145 gerai yang terbagi atas 143 gerai milik perseroan dan 2 gerai mitra lokal. Bahkan saat perusahaan listing disebutkan bahwa jumlah gerai Teguk mencapai lebih dari 161 outlet tersebar di Indonesia.
Tapi kios alias gerai perseroan di tahun 2024 bukannya bertambah banyak. Malah menyusut drastis sisa 35 kios.
Tantangan 2024
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





