Perusahaan IPO di 2023 Buat Ekspansi, Bukannya Berkembang, Kios Malah Menyusut Drastis
Dalam public expose tahunan Platinum Wahab Nusantara (TGUK) pada 30 Desember 2024, manajemen mengungkap menyusutnya jumlah gerai jadi 35 gerai karena ada tantangan di tahun 2024.
“Di mana dinamika pasar menekan kelompok menengah ke bawah yang merupakan target market TGUK,” ungkap manajemen TGUK sebagaimana terungkap dari laporan hasil public expose.
Selain itu, sambung manajemen, daya beli masyarakat sangat rendah, penurunan ini sudah dirasakan di Q1, Q2 dan Q3, dan customer sekarang merasakan membeli online menjadi lebih mahal.
“Tantangan tersebut membuat seseorang lebih mengutamakan untuk membeli kebutuhan pokok. Tantangan ini juga dialami oleh beberapa F&B lain, baik yang sejenis minuman ataun non minuman. Hal ini menyebabkan TGUK harus melakukan efisiensi dengan cara penutupan store,” papar manajemen TGUK.
Baca Juga:
Saham Anteng Naik Terus, Gak Turun-turunDari materi paparan publik tahunan diketahui TGUK mengurangi jumlah karyawan dari sejumlah 628 pada Desember 2023 menjadi 88 per Oktober 2024.
Selain pengurangan karyawan, TGUK juga melakukan mengurangan jumlah outlet menjadi hanya 35 gerai per Oktober 2024 dan mengurangi biaya operasional sebesar 68,9%.
"Menurunnya pendapatan dari bulan April 2024 hingga September 2024 mendorong aksi korporasi untuk mengendalikan biaya operasional perusahaan dengan melakukan pengurangan outlet, jumlah karyawan, dan pemindahan lokasi kantor utama," sebagaimana terungkap dari materi paparan publik tahunan TGUK.
Baca Juga:
Saham CBDK Aktif BangetSaham TGUK sendiri kini betah di posisi Rp 50 alias gocap. Saat IPO Teguk menetapkan harga Rp 110/saham.
Manajemen TGUK mengungkap untuk tahun 2025 diharapkan kembali ke tahun 2022 dengan melakukan penambahan store di kota-kota yang belum dijamah. “TGUK akan melakukan penambahan gerai karena ada potensi di kota-kota yang belum dijamah, terutama Jawa Tengah, Jawa Timur,” sebut manajemen.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





