Jumat, 15 Mei 2026

Perusahaan IPO di 2023 Buat Ekspansi, Bukannya Berkembang, Kios Malah Menyusut Drastis

Penulis : Thresa Sandra Desfika
16 Jan 2025 | 11:57 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi saham. (Image by tirachardz on Freepik)
Ilustrasi saham. (Image by tirachardz on Freepik)

Dalam public expose tahunan Platinum Wahab Nusantara (TGUK) pada 30 Desember 2024, manajemen mengungkap menyusutnya jumlah gerai jadi 35 gerai karena ada tantangan di tahun 2024.

“Di mana dinamika pasar menekan kelompok menengah ke bawah yang merupakan target market TGUK,” ungkap manajemen TGUK sebagaimana terungkap dari laporan hasil public expose.

Selain itu, sambung manajemen, daya beli masyarakat sangat rendah, penurunan ini sudah dirasakan di Q1, Q2 dan Q3, dan customer sekarang merasakan membeli online menjadi lebih mahal.

“Tantangan tersebut membuat seseorang lebih mengutamakan untuk membeli kebutuhan pokok. Tantangan ini juga dialami oleh beberapa F&B lain, baik yang sejenis minuman ataun non minuman. Hal ini menyebabkan TGUK harus melakukan efisiensi dengan cara penutupan store,” papar manajemen TGUK.

ADVERTISEMENT

Dari materi paparan publik tahunan diketahui TGUK mengurangi jumlah karyawan dari sejumlah 628 pada Desember 2023 menjadi 88 per Oktober 2024.

Selain pengurangan karyawan, TGUK juga melakukan mengurangan jumlah outlet menjadi hanya 35 gerai per Oktober 2024 dan mengurangi biaya operasional sebesar 68,9%.

"Menurunnya pendapatan dari bulan April 2024 hingga September 2024 mendorong aksi korporasi untuk mengendalikan biaya operasional perusahaan dengan melakukan pengurangan outlet, jumlah karyawan, dan pemindahan lokasi kantor utama," sebagaimana terungkap dari materi paparan publik tahunan TGUK.

Saham TGUK sendiri kini betah di posisi Rp 50 alias gocap. Saat IPO Teguk menetapkan harga Rp 110/saham.

Manajemen TGUK mengungkap untuk tahun 2025 diharapkan kembali ke tahun 2022 dengan melakukan penambahan store di kota-kota yang belum dijamah. “TGUK akan melakukan penambahan gerai karena ada potensi di kota-kota yang belum dijamah, terutama Jawa Tengah, Jawa Timur,” sebut manajemen.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia