Jumat, 15 Mei 2026

Waktunya Serok Saham Blue Chips?

Penulis : Rama Sukarta
16 Jan 2025 | 13:06 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Equity Research Analyst MNC Sekuritas Raka Junico mengingatkan investor untuk memanfaatkan momentum saat ini namun tetap waspada akan pergerakan pasar yang volatil.

"Secara jangka pendek nya kita bisa memanfaatkan momentum dari technical rebound yang terjadi terutama dari saham blue chips. Walaupun kita tetap harus waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan lainnya, terutama dari global seperti data inflasi Amerika Serikat dan pertumbuhan GDP Tiongkok," ucap Raka kepada B-Universe di BEI Jakarta, Rabu (15/1/2025).

Raka merekomendasikan investor untuk dapat memantau gerak-gerik investor asing. Selama sepekan ke belakang, terpantau investor asing telah melakukan aksi jual sebesar Rp 708 miliar di pasar reguler.

ADVERTISEMENT

Dividen

"Kita lihat banyak sekali sentimen ataupun investor yang lebih cenderung untuk mencermati langkah investor asing terhadap segala macam kebijakan-kebijakan nantinya, terutama dari sektor perbankan. Sehingga nampaknya secara short term ini masih dapat dilakukan aksi technical buying untuk mengincar yang namanya momentum gain-nya," tambah Raka.

Lebih lanjut, secara jangka menengah, Raka mengatakan bahwa investor dapat mengamati potensi yield dividen dari beberapa saham bankings.

"Secara jangka mid term hingga long term nampaknya investor lebih bisa berfokus terhadap potensial dari dividend yield dan juga recovery performance dari beberapa bankings. Kami dari MNC Sekuritas melihat beberapa saham sektor banking, kami lebih favorable kepada BRIS dan juga BBCA," tutup Raka.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia