Harga Emas Longsor, Imbas Likuidasi Besar-besaran Investor
NEW YORK, investor.id - Harga emas longsor pada Senin (27/1/2025). Setelah mendekati rekor tertinggi pada perdagangan sebelumnya. Penurunan ini terjadi karena investor melikuidasi posisi mereka di pasar emas.
Dikutip dari CNBC internasional, hal itu terjadi seiring dengan aksi jual besar-besaran di pasar saham yang dipicu oleh meningkatnya minat terhadap startup kecerdasan buatan asal China, DeepSeek.
Harga emas spot longsor 1,3% menjadi US$ 2.736,75 per ons. Sementara kontrak berjangka emas AS ditutup jatuh 1,5% pada US$ 2.738,40 per ons. Sebelumnya, harga emas telah mencapai level mendekati rekor tertingginya pada Jumat lalu.
Penurunan tajam di pasar saham global memicu pergerakan investor yang cenderung menghindari risiko pada aset lain. Hal ini juga menyebabkan imbal hasil obligasi AS turun ke level terendah dalam tiga minggu dan indeks dolar AS menyentuh level terendah sejak 18 Desember.
Kepala strategi komoditas di TD Securities Bart Melek mengatakan, aksi jual tersebut lebih didorong oleh pasar saham secara keseluruhan daripada faktor sentimen suku bunga atau mata uang. Sebab, ada sedikit tekanan likuiditas di pasar.
“Beberapa investor mungkin perlu menciptakan likuiditas karena saham yang mereka gunakan untuk leverage mengalami pergerakan besar, sehingga emas juga dijual bersamaan dengan aset berisiko lainnya,” ungkap Melek.
Suku Bunga The Fed
Penjualan besar-besaran tersebut terjadi menjelang pertemuan kebijakan pertama The Fed pada tahun ini. Berdasarkan alat CME FedWatch, sebagian besar analis memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada Rabu (29/1/2025).
Namun, fokus investor tetap pada petunjuk kebijakan masa depan, terutama saat Presiden AS Donald Trump memulai masa jabatan keduanya. Kebijakan tarif yang dijalankan Trump diperkirakan akan mendorong inflasi.
“Permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven masih tetap kuat. Dukungan ini kemungkinan besar akan mendorong harga emas mencetak rekor baru karena ketidakpastian seputar agenda kebijakan pemerintahan Trump yang terus berlangsung,” kata wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals Peter Grant.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






