Jumat, 15 Mei 2026

Segemuk Apa Potensi Cuan Saham Charoen (CPIN) dan Japfa (JPFA)?

Penulis : Jauhari Mahardhika
28 Jan 2025 | 17:02 WIB
BAGIKAN
Peternakan ayam. (Foto: Japfa/JPFA)
Peternakan ayam. (Foto: Japfa/JPFA)

JAKARTA, investor.id – Prospek sektor perunggasan (poultry) masih gurih. Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) diganjar rating beli. Lantas, segemuk apa potensi cuan saham CPIN dan JPFA?

Sebagai informasi, rata-rata harga anak ayam usia sehari (day old chicks/DOC) dan ayam pedaging (broiler) di pasar pada Desember 2024 lebih rendah dari ekspektasi karena melaporkan kontraksi bulanan.

Rata-rata harga pasar DOC di Jawa Barat turun 17,1% mom menjadi Rp 5.724/ekor. Ini menandai kontraksi bulanan keempat selama 2024. Sedangkan rata-rata harga pasar ayam pedaging di Jawa Barat sedikit turun sebesar 1,6% mom menjadi Rp 19.862/kg.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, pergerakan harga bahan baku utama di pasar pada Desember 2024 relatif datar dibandingkan bulan sebelumnya. Rata-rata harga jagung di pasar domestik sebesar Rp 6.107/kg atau terkoreksi 0,1% mom dan harga bungkil kedelai (SBM) sebesar US$ 290/ton atau turun 0,7% mom.

“Secara kumulatif, rata-rata harga pasar DOC dan ayam pedaging pada kuartal IV-2024 naik lebih tinggi dibandingkan harga jagung domestik dan harga SBM,” tulis analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Andreas Saragih dalam risetnya.

Harga DOC naik 13,6% qoq atau 64,1% yoy menjadi Rp 6.144/ekor. Harga ayam pedaging naik 10% qoq atau 10,4% yoy menjadi Rp 20.174/kg.

Sedangkan harga jagung domestik naik 5,9% qoq, tapi turun 13,8% yoy, menjadi Rp 6.074/kg. Harga SBM terpangkas 10,1% qoq atau anjlok 28,8% yoy menjadi US$ 300/ton.

Rekomendasi Saham dan Potensi Cuan 

Dengan berbagai pertimbangan, Mirae Asset Sekuritas mempertahankan peringkat overweight untuk sektor perunggasan (poultry), karena potensi kenaikan yang menarik. Hal itu seiring dengan pemulihan daya beli dan dampak positif dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan buy saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). Target harga saham CPIN dipatok sebesar Rp 6.250. Jika mengacu pada harga saat ini, potensi cuan saham CPIN mencapai 31,5%.

Mirae Asset Sekuritas juga merekomendasikan buy saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA). Target harga saham JPFA sebesar Rp 2.400. Potensi cuan saham JPFA sebesar 18,8%.

Risiko utamanya jika harga DOC dan ayam pedaging lebih rendah dari ekspektasi, pemulihan daya beli lebih lemah, biaya input lebih tinggi dari perkiraan, dan dampak program MBG lebih rendah dari prediksi.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 40 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia