Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Lesu Jelang Keputusan The Fed

Penulis : Indah Handayani
29 Jan 2025 | 16:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas (Foto: AP/Mike Groll, File)
ilustrasi harga emas (Foto: AP/Mike Groll, File)

NEW YORK, investor.id – Harga emas lesu pada Rabu (29/1/2025). Hal itu seiring dengan sikap hati-hati investor menjelang keputusan suku bunga The Fed. Ditambah lagi, meningkatnya ketidakpastian akibat kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Harga emas spot terlihat turun tipis 0,1% menjadi US$ 2.760,3 per ons pada saat berita ini ditulis. Sedangkan harga emas berjangka AS mengalami kenaikan tipis 0,1% menjadi US$ 2.769,90 per ons.

Dikutip dari Reuters, harga emas sempat mendekati rekor tertinggi pekan lalu, tetapi turun lebih dari 1% pada Senin (27/1/2025) akibat aksi jual investor yang berupaya menutupi kerugian di sektor saham teknologi. Kejatuhan saham-saham teknologi dipicu oleh kemunculan model AI berdaya rendah dan berbiaya murah dari DeepSeek, yang mengguncang pasar.

ADVERTISEMENT

Analis pasar keuangan di Capital.com Kyle Rodda mengatakan, kegagalan emas untuk menembus level tertinggi sebelumnya menjadi perhatian, tetapi peluang kenaikan tetap terbuka. "Minat terhadap emas masih kuat sebagai lindung nilai terhadap defisit, utang, dan de-dolarisasi," ungkap Rodda.

Selain kebijakan The Fed, pasar juga mencermati kebijakan tarif Trump. Seorang juru bicara Gedung Putih pada Selasa (28/1/2025) mengonfirmasi bahwa Trump tetap berencana menerapkan tarif baru terhadap Kanada dan Meksiko mulai Sabtu (1/2/2025). Kebijakan ini berpotensi memperburuk ketidakpastian ekonomi global.

The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga setelah pemangkasan sebesar 100 basis poin dari September hingga Desember 2024. Namun, investor juga menunggu bagaimana bank sentral merespons tekanan Trump yang menginginkan pemangkasan suku bunga lebih lanjut.

Suku Bunga The Fed

Di sisi lain, kebijakan tarif Trump dinilai bisa memicu inflasi yang berpotensi membuat The Fed menahan suku bunga tinggi lebih lama.

Sebagai aset safe haven, emas biasanya diminati di tengah ketidakpastian ekonomi. Namun, suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi daya tarik emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu, pasar utama emas seperti China masih dalam libur Tahun Baru Imlek, yang turut mempengaruhi aktivitas perdagangan.

Sedangkan harga logam mulia lainnya, yaitu perak spot stabil di US$30,38 per ons, platinum bertahan di US$ 941. Sedangkan paladium turun 0,8% menjadi US$ 947,27 per ons troi.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia