Pelaku Pasar Harap-harap Cemas
JAKARTA, investor.id - Pelaku pasar tengah harap-harap cemas mencermati kebijakan perdagangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang diperkirakan akan memicu volatilitas di pasar keuangan global.
Hal tersebut turut berimbas pada pergerakan imbal hasil (yield) surat utang negara (SUN) Indonesia, yang diperkirakan akan tetap di kisaran 7,0–7,1% pekan ini.
Ekonom KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana menjelaskan bahwa pasar masih menunggu kepastian kebijakan Trump, khususnya terkait penerapan tarif impor.
“Saat ini Trump baru akan menerapkan tarif untuk Meksiko dan Kanada per 1 Februari, sementara tarif tambahan untuk China masih sebatas ekspektasi. Ini lebih kecil dari kekhawatiran awal pasar yang mengira Trump akan langsung menerapkan kebijakan agresif sejak pelantikannya,” jelasnya kepada Investor Daily, Rabu (29/1/2025).
Selain kebijakan perdagangan AS, pasar juga menanti hasil pertemuan Federal Reserve (The Fed) pada 31 Januari, yang diperkirakan akan memberikan sinyal kebijakan moneter sepanjang 2025. “Jika The Fed melanjutkan pemangkasan suku bunga, ini bisa menjadi faktor pendukung bagi pasar obligasi Indonesia. Namun, investor asing masih cenderung wait and see, meskipun ada arus inflow sejak pekan kedua Januari, meski dalam jumlah terbatas,” tambah Fikri.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


