Kamis, 14 Mei 2026

Harga Emas Terkikis Setelah The Fed Pertahankan Suku Bunga

Penulis : Indah Handayani
30 Jan 2025 | 05:01 WIB
BAGIKAN
ilustrasi emas, Sumber: Antara
ilustrasi emas, Sumber: Antara

NEW YORK, investor.id - Harga emas terkikis pada Rabu (29/1/2025). Setelah dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil obligasi pemerintah meningkat, menyusul keputusan The Fed mempertahankan suku bunga acuan.

Keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar. Namun, tidak memberikan kejelasan mengenai waktu pemangkasan suku bunga di masa mendatang.

Dikutip dari CNBC internasional, harga emas spot turun 0,4% ke level US$ 2.753,86 per ons. Sementara kontrak berjangka emas AS justru naik tipis 0,1% dan menetap di US$ 2.779,80 per ons, memperlebar selisih dengan harga emas spot.

ADVERTISEMENT

Penguatan dolar AS sebesar 0,3% membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Sementara itu, kenaikan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun membuat emas, yang tidak memberikan imbal hasil, menjadi kurang menarik bagi investor.

"Pasar aset mengalami sedikit penurunan setelah pernyataan The Fed lebih cenderung hawkish dari yang diharapkan, membuat harga emas bergerak turun," ujar pedagang logam independen Tai Wong.

The Fed mempertahankan suku bunga dan tidak memberikan petunjuk jelas mengenai kapan pemangkasan suku bunga berikutnya akan dilakukan. Saat ini, inflasi masih berada di atas target, pertumbuhan ekonomi tetap kuat, dan tingkat pengangguran berada pada level rendah.

Keputusan ini sudah diprediksi oleh pasar setelah The Fed memangkas suku bunga tiga kali berturut-turut sepanjang 2024, yang secara keseluruhan memangkas suku bunga acuan sebesar satu poin persentase.

Independensi The Fed

Wakil Presiden dan analis logam senior di Zaner Metals Peter Grant menilai, keputusan itu mencerminkan upaya The Fed untuk menegaskan independensinya di tengah desakan Presiden AS Donald Trump yang menginginkan suku bunga lebih rendah.

"Namun, jalur kebijakan moneter kemungkinan tetap tidak berubah. Dalam hal ini, pemangkasan suku bunga kemungkinan masih tertahan hingga pertengahan tahun," tambah Grant.

Setelah pernyataan dari The Fed dirilis, pasar keuangan memperkirakan bahwa pemangkasan suku bunga baru akan terjadi pada Juni 2025.

Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan, masih terlalu dini untuk menilai dampak kebijakan yang akan diterapkan oleh Presiden Trump terhadap ekonomi. Bank sentral masih memerlukan waktu untuk mengevaluasi kebijakan pemerintahan baru sebelum mengambil langkah lanjutan.

Harga emas mendekati rekor tertingginya pekan lalu setelah Trump secara terbuka menyerukan pemangkasan suku bunga. Logam mulia cenderung menguat dalam lingkungan suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil dan lebih menarik sebagai aset lindung nilai.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 56 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia