Jumat, 15 Mei 2026

Mulai Hari Ini, Trump Terapkan Tarif Baru untuk 3 Negara

Penulis : Indah Handayani
1 Feb 2025 | 05:30 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)

WAHINGTON, investor.id - Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan memberlakukan tarif tinggi terhadap tiga negara yang merupakan mitra dagang utama mereka mulai Sabtu (1/2/2025).

Ketiga negara tersebut adalah Meksiko, Kanada, dan China. Keputusan tersebut mengakhiri spekulasi panjang mengenai kebijakan tarif baru yang agresif.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan, Trump akan mengenakan tarif 25% terhadap Meksiko dan Kanada, serta bea masuk 10% terhadap China. “Langkah ini merupakan respons terhadap fentanyl ilegal yang mereka produksi dan izinkan beredar di negara kami," ungkapnya dikutip dari CNBC internasional, Sabtu (1/2/2025).

ADVERTISEMENT

Rincian teknis mengenai tarif ini belum sepenuhnya dijelaskan oleh Gedung Putih, namun akan diumumkan secara resmi pada Sabtu. Berita ini berdampak langsung pada pasar saham, dengan Dow Jones Industrial Average turun lebih dari 300 poin atau sekitar 0,7%, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite juga mengalami penurunan setelah sempat menguat di awal perdagangan.

"Ini adalah janji yang dibuat dan janji yang ditepati oleh Presiden," ujar Leavitt.

Belum ada informasi mengenai kemungkinan pengecualian tarif. Gedung Putih juga membantah laporan sebelumnya dari Reuters yang menyebutkan bahwa beberapa produk akan dikecualikan dan implementasi tarif ditunda hingga 1 Maret.

Alat Negosiasi

Total perdagangan AS dengan ketiga negara tersebut mencapai sekitar US$ 1,6 triliun per tahun. Trump menggunakan tarif ini sebagai alat negosiasi dan upaya untuk mendorong perubahan kebijakan luar negeri, terutama terkait isu imigrasi dan perdagangan narkoba.

“Kami memiliki Super Bowl yang akan datang, dan jumlah orang yang bisa memenuhi Superdome di New Orleans hampir sama dengan jumlah kematian akibat fentanyl di Amerika setiap tahunnya. Narkotika ini berasal dari China dan Meksiko,” ujar penasihat perdagangan Trump, Peter Navarro.

Para ekonom khawatir bahwa kebijakan ini dapat memicu kembali inflasi di saat tekanan harga mulai mereda. Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Jumat, tingkat inflasi yang diawasi ketat oleh The Fed meningkat menjadi 2,6% pada Desember 2024, meskipun beberapa rincian dalam laporan tersebut menunjukkan tren yang lebih positif.

Namun, pejabat The Fed menyatakan akan terus memantau dampak kebijakan fiskal ini. "Sangat penting untuk memahami kebijakan ini dengan lebih baik, termasuk bagaimana implementasinya dan dampaknya terhadap perekonomian," ujar Gubernur The Fed Michelle Bowman.

Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee menegaskan, yang menjadi perhatian utama adalah apakah tarif ini hanya tindakan satu kali atau akan memicu aksi balasan dari negara lain.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 15 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 19 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 57 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia