Jumat, 15 Mei 2026

Ada yang Pasang Target Harga BBCA Lebih Tinggi

Penulis : Jauhari Mahardhika
2 Feb 2025 | 19:18 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA. (Dok. B-Universe Photo)
Ilustrasi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA. (Dok. B-Universe Photo)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA membukukan kinerja yang solid pada 2024, dengan pertumbuhan laba bersih 12,7% yoy menjadi Rp 54,8 triliun. Perolehan tersebut mencapai 100,8% dari konsensus dan 99,9% dari estimasi laba bersih BCA tahun 2025 yang dipatok KB Valbury Sekuritas.

“Laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (profit after tax & minority interest/PATMI) BCA (BBCA) pada kuartal IV-2024 mencapai Rp 13,8 triliun atau melampaui perkiraan kami yang sebesar Rp 13,1 triliun,” tulis analis KB Valbury Sekuritas, Akhmad Nurcahyadi dalam risetnya.

Adapun pertumbuhan kredit BCA yang terbilang kuat terus berlanjut sebesar 13,8% yoy, melampaui pertumbuhan industri dan proyeksi pertumbuhan kredit BCA untuk tahun 2025 yang ditetapkan KB Valbury Sekuritas.

ADVERTISEMENT

Meskipun menghadapi periode likuiditas yang ketat, emiten berkode saham BBCA tersebut mampu mencetak pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 2,9% yoy. Pertumbuhan itu terutama didorong oleh peningkatan saldo tabungan sebesar 4,8% yoy dan saldo giro sebesar 4,8% yoy, sehingga mendorong pertumbuhan dana murah (current account saving account/CASA) sebesar 4,4% yoy.

Sementara itu, ekspansi margin bunga bersih (net interest margin/NIM) BBCA tetap terjaga dengan peningkatan sebanyak 30 basis poin (bps), seiring terus membaiknya indikator risiko utama. Non performing loan (NPL) turun 10 bps menjadi 1,8% dan kualitas aset tetap kuat di 0,3%.

“Kami optimistis – namun tetap berhati-hati – terhadap laba BBCA tahun 2025. Hal itu bakal didukung oleh NIM yang dapat dikelola serta kualitas aset yang baik,” jelas Akhmad.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia