Ada yang Pasang Target Harga BBCA Lebih Tinggi
JAKARTA, investor.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA membukukan kinerja yang solid pada 2024, dengan pertumbuhan laba bersih 12,7% yoy menjadi Rp 54,8 triliun. Perolehan tersebut mencapai 100,8% dari konsensus dan 99,9% dari estimasi laba bersih BCA tahun 2025 yang dipatok KB Valbury Sekuritas.
“Laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (profit after tax & minority interest/PATMI) BCA (BBCA) pada kuartal IV-2024 mencapai Rp 13,8 triliun atau melampaui perkiraan kami yang sebesar Rp 13,1 triliun,” tulis analis KB Valbury Sekuritas, Akhmad Nurcahyadi dalam risetnya.
Baca Juga:
BBRI Diburu Asing, BBCA juga DisergapAdapun pertumbuhan kredit BCA yang terbilang kuat terus berlanjut sebesar 13,8% yoy, melampaui pertumbuhan industri dan proyeksi pertumbuhan kredit BCA untuk tahun 2025 yang ditetapkan KB Valbury Sekuritas.
Meskipun menghadapi periode likuiditas yang ketat, emiten berkode saham BBCA tersebut mampu mencetak pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 2,9% yoy. Pertumbuhan itu terutama didorong oleh peningkatan saldo tabungan sebesar 4,8% yoy dan saldo giro sebesar 4,8% yoy, sehingga mendorong pertumbuhan dana murah (current account saving account/CASA) sebesar 4,4% yoy.
Sementara itu, ekspansi margin bunga bersih (net interest margin/NIM) BBCA tetap terjaga dengan peningkatan sebanyak 30 basis poin (bps), seiring terus membaiknya indikator risiko utama. Non performing loan (NPL) turun 10 bps menjadi 1,8% dan kualitas aset tetap kuat di 0,3%.
“Kami optimistis – namun tetap berhati-hati – terhadap laba BBCA tahun 2025. Hal itu bakal didukung oleh NIM yang dapat dikelola serta kualitas aset yang baik,” jelas Akhmad.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






