Jumat, 15 Mei 2026

8 Sentimen Wajib Dipantau Trader, Berburu Cuan dari AADI, BRIS, dan GOTO

Penulis : Indah Handayani
3 Feb 2025 | 05:30 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

Selanjutnya, Imam megatakan, sentimen cadangan devisa. Bank Indonesia (BI) dijadwalkan merilis data cadangan devisa Indonesia untuk bulan Januari 2025. Berdasarkan kalender ekonomi yang tersedia, data tersebut diperkirakan akan diumumkan pada tanggal 7 Februari 2025. Secara umum, cadangan devisa yang memadai adalah indikator penting dari ketahanan ekonomi suatu negara dalam menghadapi tantangan eksternal dan memastikan kestabilan ekonomi jangka panjang.

Data terakhir menunjukkan bahwa cadangan devisa Indonesia cukup untuk menutupi kebutuhan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang, jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan.

Imam menambahkan, sentimen NPF dan tingkat pengangguran AS Januari 2025 juga wajb dipantau. Data Non-Farm Payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran Amerika Serikat (AS) untuk bulan Januari 2025 dijadwalkan akan dirilis pada 7 Februari 2025. Merujuk pada konsensus, NPF diproyeksikan akan melandai ke 170rb dari Desember di angka 256rb.

NFP mengukur jumlah pekerjaan baru yang diciptakan di AS selama bulan sebelumnya di semua sektor non-pertanian dan menjadi indikator penting bagi pengeluaran konsumen dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

ADVERTISEMENT

Sedangkan dari sisi tingkat pengangguran AS diproyeksikan akan tetap berada di angka 4,1%. Tingkat pengangguran menunjukkan persentase angkatan kerja yang tidak bekerja dan aktif mencari pekerjaan. “Data ini menjadi indikator penting bagi kesehatan pasar tenaga kerja,” ucapnya.

Terakhir, lanjut Imam, sentimen inflasi China. Data Indeks Harga Konsumen (IHK) China untuk bulan Januari 2025 dijadwalkan akan dirilis pada 9 Februari 2025, pukul 01:30 GMT (atau 08:30 WIB). Data inflasi China sangat penting untuk Indonesia karena China adalah salah satu mitra dagang terbesar Indonesia.

Jika inflasi di China meningkat, hal ini bisa berpengaruh pada daya beli masyarakat China, yang pada gilirannya dapat memengaruhi permintaan terhadap barang-barang ekspor Indonesia, seperti komoditas dan produk manufaktur. “Sebaliknya, deflasi atau rendahnya inflasi di China bisa menurunkan permintaan tersebut,” paparnya.

Berkaca pada sentimen positif di atas, Indo Premier Sekuritas merekomendasikan berburu cuan dari saham AADI, BRIS, dan GOTO, yaitu:

1. AADI

- Buy

- Entry 9.450

- Target 10.450

- Stop Loss <9.100)

- Harga Newcastle coal futures yang stabil di kisaran $115 per ton menjadi sentimen positif bagi emiten batu bara, termasuk PT Adaro Andalan Indonesia. Stabilitas harga ini mengindikasikan permintaan yang masih solid di tengah tingginya pasokan global, memberikan kepastian bagi produsen batu bara dalam menjaga profitabilitas.

2. BRIS

- Buy

- Entry 2.930

- Target 3.140

- Stop Loss <2.860

- Peningkatan Investasi Asing Langsung (FDI) yang melonjak 33,3% YoY, mencapai IDR 245,8 triliun ($55,33 miliar) pada kuartal IV 2024, mencerminkan keberhasilan kebijakan hilirisasi pemerintah Indonesia, khususnya di sektor pemrosesan mineral dan industri kendaraan listrik (EV). Investasi besar yang mengalir ke sektor pertambangan dan pemurnian logam, terutama setelah larangan ekspor bijih nikel sejak 2020, menunjukkan adanya minat investor asing yang kuat terhadap rantai pasok kendaraan listrik Indonesia. Hal ini memberikan dampak positif pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), yang mencatatkan portofolio pembiayaan kendaraan listrik mencapai Rp171 miliar per Desember 2024, dengan pertumbuhan tahunan (YoY) yang sangat signifikan sebesar 476 persen.

3. GOTO

- Buy on Breakout

- Entry 83

- Target 89

- Stop Loss <80

- Dengan inflasi Indonesia yang mulai meningkat secara moderat, terdapat potensi perbaikan daya beli masyarakat. Hal ini dapat mendukung peningkatan transaksi di platform e-commerce Tokopedia dan layanan on-demand Gojek, terutama di sektor transportasi dan layanan pengiriman makanan.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 41 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 45 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia