Saham Bagus Masih Diskon, Dividen Siap Diketok
JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA melompat 3,28% ke Rp 9.450 pada perdagangan Jumat, 31 Januari 2025 pekan lalu. Saham BCA bangkit setelah pada perdagangan 24 dan 30 Januari selalu ditutup di zona merah.
Sebanyak 112,98 juta saham BBCA ditransaksikan, frekuensi 24.540 kali, dan nilai transaksi Rp 1,06 triliun.
Saham Bank Central Asia diakumulasi dengan broker UBS Sekuritas Indonesia membukukan net buy Rp 232,8 miliar. Asing juga net buy Rp 162 miliar.
Saham BCA mulai naik lagi, meski demikian harganya masih diskon. Rasio price to book value (PBV) BBCA 4,44 kali. Ada di bawah mean PBV standard deviation tiga tahun yang 4,98 kali.
Sementara itu, price earning ratio (PER) BBCA 21,24 kali (TTM). Di bawah mean PE standard deviation tiga tahun 26,03 kali.
Dengan berbagai pertimbangan, KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham BBCA dengan target harga Rp 12.510. Target harga tersebut mencerminkan estimasi P/B 2025 sebesar 4,9 kali. Saat ini, saham BBCA diperdagangkan pada P/B 3,6 kali, sedikit di bawah rata-rata historisnya yang sebesar 3,7 kali.
Target harga saham BBCA yang mencapai Rp 12.510 itu lebih tinggi dibandingkan broker efek lainnya. Samuel Sekuritas dan DBS sama-sama mematok target harga saham BBCA sebesar Rp 12.000.
Di lain pihak, BRI Danareksa Sekuritas menetapkan target harga saham BBCA sebesar Rp 11.900. Sedangkan Sucor Sekuritas memberikan target harga BBCA sebesar Rp 11.500.
Dividen
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






