Jumat, 15 Mei 2026

Saham Bagus Masih Diskon, Dividen Siap Diketok

Penulis : Thresa Sandra Desfika
3 Feb 2025 | 07:36 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA melompat 3,28% ke Rp 9.450 pada perdagangan Jumat, 31 Januari 2025 pekan lalu. Saham BCA bangkit setelah pada perdagangan 24 dan 30 Januari selalu ditutup di zona merah.

Sebanyak 112,98 juta saham BBCA ditransaksikan, frekuensi 24.540 kali, dan nilai transaksi Rp 1,06 triliun.

Saham Bank Central Asia diakumulasi dengan broker UBS Sekuritas Indonesia membukukan net buy Rp 232,8 miliar. Asing juga net buy Rp 162 miliar.

Saham BCA mulai naik lagi, meski demikian harganya masih diskon. Rasio price to book value (PBV) BBCA 4,44 kali. Ada di bawah mean PBV standard deviation tiga tahun yang 4,98 kali.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, price earning ratio (PER) BBCA 21,24 kali (TTM). Di bawah mean PE standard deviation tiga tahun 26,03 kali.

Dengan berbagai pertimbangan, KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham BBCA dengan target harga Rp 12.510. Target harga tersebut mencerminkan estimasi P/B 2025 sebesar 4,9 kali. Saat ini, saham BBCA diperdagangkan pada P/B 3,6 kali, sedikit di bawah rata-rata historisnya yang sebesar 3,7 kali.

Target harga saham BBCA yang mencapai Rp 12.510 itu lebih tinggi dibandingkan broker efek lainnya. Samuel Sekuritas dan DBS sama-sama mematok target harga saham BBCA sebesar Rp 12.000.

Di lain pihak, BRI Danareksa Sekuritas menetapkan target harga saham BBCA sebesar Rp 11.900. Sedangkan Sucor Sekuritas memberikan target harga BBCA sebesar Rp 11.500.

Dividen

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 50 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia