Rupiah Tiarap, Perang Dagang II Kian Berkobar
JAKARTA, investor.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup terbenam pada perdagangan Senin sore (3/2/2025). Hal itu disebabkan perang dagang Amerika Serikat (AS) jilid II kian berkobar.
Mata uang rupiah ditutup jatuh 143,5 poin berada di level Rp 16.448 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar terlihat naik 1,36 poin menjadi 109,7. Nilai tukar rupiah sempat ditutup melemah 48 poin berada di level Rp 16.304 per dolar AS pada Jumat (31/1/2025).
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 143 point sebelumnya sempat melemah 165 poin dilevel Rp 16.448, dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.304. “Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 16.430 – 16.500,” ungkap Ibrahim, Senin (3/2/2025).
Ibrahim mengatakan, Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif 25% pada impor Kanada dan Meksiko, bersama dengan bea masuk 10% pada China. Ketiga negara menolak tarif tersebut dan bersumpah untuk melakukan pembalasan. Trump telah menyampaikan tarif tersebut minggu lalu, sebelum menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukannya pada Sabtu (1/2/2025).
“Kanada merespons dengan cepat dengan menerapkan tarif balasan sebesar 25% terhadap impor dari AS. Sementara itu, China mengkritik keras kebijakan tersebut, meskipun masih membuka jalan untuk berdialog dengan AS agar konflik ini tidak semakin memburuk.,” papar Ibrahim.
Kemudian, lanjut Ibrahim, Trump memukul China dengan tarif impor 10% sebuah langkah yang menjadi pertanda buruk bagi ekonomi China yang sangat bergantung pada ekspor. Namun mengingat China telah memangkas paparan perdagangannya ke AS dalam beberapa tahun terakhir.
Gugat Tarif AS
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






