Kamis, 14 Mei 2026

Pertamina Geothermal (PGEO) Petik Hasil Ekspansi, Sahamnya Ditarget Segini

Penulis : Jauhari Mahardhika
3 Feb 2025 | 19:01 WIB
BAGIKAN
Area Lumut Balai di Sumatera Selatan yang dikelola PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). (Foto: PGEO)
Area Lumut Balai di Sumatera Selatan yang dikelola PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). (Foto: PGEO)

JAKARTA, investor.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) akan menambah kapasitas panas bumi sebesar 55 MW melalui PLTP Lumut Balai Unit 2, yang ditargetkan pada Mei 2025. Ini merupakan penambahan kapasitas pertama sejak IPO pada 2023, sekaligus meningkatkan total kapasitas terpasang menjadi 728 MW.

Selanjutnya, Pertamina Geothermal menuju target 1 GW pada 2028. Target tersebut bakal disokong oleh pengoperasian Hululais unit 1 & 2 (110 MW) dan proyek co-generation dengan PLN – yang mana 45 MW sudah dicanangkan di Ulubelu 30 MW dan Lahendong 15 MW – serta pengembangan kapasitas greenfield sekitar 400 MW.

Dengan asumsi produksi listrik 2025 mencapai 4.930 GWh atau naik 2,12% yoy, yang berasal dari penambahan kapasitas dari Lumut Balai, laba bersih Pertamina Geothermal diprediksi tumbuh 3,3% menjadi US$ 178 juta pada 2025.

ADVERTISEMENT

Kemudian, pada 2026, laba bersih emiten berkode saham PGEO tersebut diperkirakan meningkat 2,7% menjadi US$ 183 juta.

“Penambahan kapasitas dari Lumut Balai meningkatkan porsi penjualan listrik dibandingkan penjualan uap, dengan ASP lebih tinggi sebesar US$ 9,8 sen/KWh dibandingkan US$ 6,4 sen/KWh,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Timothy Wijaya dan Naura Reyhan Muchlis dalam risetnya.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 59 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia