Pertamina Geothermal (PGEO) Petik Hasil Ekspansi, Sahamnya Ditarget Segini
JAKARTA, investor.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) akan menambah kapasitas panas bumi sebesar 55 MW melalui PLTP Lumut Balai Unit 2, yang ditargetkan pada Mei 2025. Ini merupakan penambahan kapasitas pertama sejak IPO pada 2023, sekaligus meningkatkan total kapasitas terpasang menjadi 728 MW.
Selanjutnya, Pertamina Geothermal menuju target 1 GW pada 2028. Target tersebut bakal disokong oleh pengoperasian Hululais unit 1 & 2 (110 MW) dan proyek co-generation dengan PLN – yang mana 45 MW sudah dicanangkan di Ulubelu 30 MW dan Lahendong 15 MW – serta pengembangan kapasitas greenfield sekitar 400 MW.
Dengan asumsi produksi listrik 2025 mencapai 4.930 GWh atau naik 2,12% yoy, yang berasal dari penambahan kapasitas dari Lumut Balai, laba bersih Pertamina Geothermal diprediksi tumbuh 3,3% menjadi US$ 178 juta pada 2025.
Kemudian, pada 2026, laba bersih emiten berkode saham PGEO tersebut diperkirakan meningkat 2,7% menjadi US$ 183 juta.
“Penambahan kapasitas dari Lumut Balai meningkatkan porsi penjualan listrik dibandingkan penjualan uap, dengan ASP lebih tinggi sebesar US$ 9,8 sen/KWh dibandingkan US$ 6,4 sen/KWh,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Timothy Wijaya dan Naura Reyhan Muchlis dalam risetnya.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






