Jumat, 15 Mei 2026

Giliran Bos BBCA dan BBRI Beri Komentar

Penulis : Nida Sahara
6 Feb 2025 | 22:51 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melihat layar pergerakan saham di gedung BEI. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung melihat layar pergerakan saham di gedung BEI. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Sejumlah emiten sektor perbankan mengalami penurunan harga saham pada Kamis (6/2/2025). Hal tersebut turut memengaruhi kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang memanas.

IHSG ditutup ambles 2,12% atau turun 148,69 poin ke level 6.875. Total volume saham yang diperdagangkan sebanyak 20,27 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 13,74 triliun dari 1,43 juta kali transaksi.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BBCA, Jahja Setiaatmadja mengungkapkan bahwa sektor perbankan mengalami tekanan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

ADVERTISEMENT

Market memang drop termasuk sektor perbankan. Secara industri, terakhir BBCA turun 1,92%,” jelas Jahja kepada Investor Daily.

Adapun, pada penutupan bursa hari ini, BBCA turun 1,92% ke level 8.950, sedikit menguat setelah sempat turun ke level 8.850 menjelang penutupan.

Menurut Jahja, sulit melawan industri, karena emiten tidak bisa mengkondisikan  pasar. “Kalau secara industri jangan dilawan, saham naik turun biasa, yang penting fundamental tetap baik,” sambung dia.

Dari sisi kinerja keuangan, laba bersih BCA dan entitas anak tumbuh tinggi 12,7% secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp 54,84 triliun. Laba tersebut didorong dari pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BCA yang tumbuh 9,5% (yoy) menjadi Rp 82,3 triliun pada 2024. Pendapatan selain bunga naik 10,2% (yoy) menjadi Rp 25,2 triliun, sehingga total pendapatan operasional sebesar Rp 107,4 triliun atau naik 9,7% (yoy).

Dari sisi intermediasi, total kredit meningkat 13,8% (yoy) menjadi Rp 922 triliun. Pertumbuhan kredit BCA diikuti terjaganya kualitas pembiayaan perseroan. Rasio loan at risk (LAR) BCA membaik mencapai 5,3% pada tahun 2024, dibandingkan 6,9% pada 2023. Sementara itu, biaya provisi BCA tercatat sebesar Rp 2 triliun, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga di angka 1,8% pada 2024.

“Kami melihat perekonomian domestik mampu bertumbuh, di tengah berbagai tantangan serta perubahan lanskap geopolitik global. BCA berkomitmen mendukung perekonomian nasional, dan hal ini kami wujudkan dalam penyelenggaraan berbagai acara strategis,” kata Jahja.

Saham BBRI

Editor: Nida Sahara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 50 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 60 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia