Wall Street Melaju saat Musim Laporan Keuangan
Di sisi lain, kekhawatiran terkait tarif impor mulai mereda setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif 10% untuk barang impor dari China pada akhir pekan lalu. Sentimen pasar membaik setelah presiden menunda penerapan tarif link slotboss 88 pada barang impor dari Meksiko dan Kanada.
"Meskipun saat ini tidak terlalu berdampak langsung pada pergerakan harga, kebijakan tarif ini tetap menjadi faktor yang diperhitungkan oleh investor dalam beberapa waktu kedepan," tambah Hill.
Wall Street kini menanti laporan ketenagakerjaan Januari yang dijadwalkan rilis pada Jumat (9/2/2025) pukul 08:30 waktu setempat. Berdasarkan survei Dow Jones, ekonom memperkirakan pertumbuhan nonfarm payrolls sebesar 169 ribu untuk Januari, lebih rendah dibandingkan 256 ribu pekerjaan yang tercipta pada Desember.
Perkembangan data ketenagakerjaan ini akan menjadi indikator penting bagi pelaku pasar dalam memproyeksikan kebijakan moneter The Fed ke depan.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






