Market Gak Karuan, Saham Apa yang Bagus?
JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi tajam 2,12% ke level 6.875,54 pada perdagangan Kamis (6/2/2025). Pelemahan ini dipicu oleh sentimen global yang negatif, termasuk kebijakan tarif dagang Amerika Serikat (AS) terhadap beberapa negara serta kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi domestik.
Meski demikian, sejumlah analis menilai bahwa kondisi ini dapat menjadi peluang bagi investor untuk mengakumulasi saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) yang tengah mengalami koreksi harga.
Head of Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi Kasmarandana, menjelaskan bahwa volatilitas pasar saham saat ini masih cukup tinggi alias gak karuan, dengan beberapa faktor eksternal yang menjadi perhatian utama.
Baca Juga:
BERITA POPULER: Saham BCA (BBCA) Sentuh Level Terendah hingga Potensi Dividen Bank Mandiri (BMRI)“Kami melihat ada tiga faktor utama yang mempengaruhi pasar, yaitu kebijakan tarif dagang AS terhadap Kanada, Meksiko, dan China; potensi relaksasi kebijakan moneter oleh The Fed dan Bank Indonesia; serta stabilisasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Jika ketiga faktor ini berkembang positif, maka pasar berpotensi mengalami rebound,” jelasnya kepada Investor Daily, Kamis (6/2/2025).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tekanan jual di pasar saham terjadi seiring aksi investor asing yang melepas saham perbankan setelah rilis kinerja keuangan tahun penuh 2024 (FY24) yang kurang memuaskan.
Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tercatat melemah 7,7%, menjadi pemberat utama IHSG.
“Market kapitalisasi sektor keuangan mencakup sekitar 28% dari total IHSG, sehingga koreksi pada saham-saham perbankan memberikan dampak signifikan terhadap indeks,” ujar dia.
Dari sisi ekonomi makro, data menunjukkan bahwa Indonesia mengalami deflasi 0,79% pada Januari 2025 secara month-on-month (mom), yang mencerminkan lemahnya daya beli masyarakat. Hal ini meningkatkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2025 berpotensi melambat.
Rekomendasi Saham
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






