Jumat, 15 Mei 2026

Asing Bermanuver, Saham 4 Bank Beda Nasib

Penulis : Jauhari Mahardhika
7 Feb 2025 | 21:09 WIB
BAGIKAN
Investor melihat pergerakan harga saham melalui aplikasi. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Investor melihat pergerakan harga saham melalui aplikasi. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Investor asing kembali melancarkan aksi jual saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan Jumat (7/2/2025), asing melakukan transaksi jual bersih (net sell) senilai Rp 514 miliar di seluruh pasar.

Dengan demikian, total net sell asing sepanjang tahun berjalan ini kembali bertambah menjadi Rp 7,5 triliun.

Net sell terbesar di pasar reguler hari ini dialami saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencapai Rp 213,4 miliar. Selain saham BMRI, asing juga melego saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan net sell sebesar Rp 143,2 miliar.

ADVERTISEMENT

Sebaliknya, transaksi beli bersih (net buy) terbanyak oleh investor asing terjadi pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp 223,9 miliar. Kemudian, saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dengan net buy senilai Rp 52,7 miliar.

Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini ditutup jeblok 132,9 poin (1,9%) ke level 6.742,5. Ini melanjutkan pelemahan selama tiga hari beruntun dan menyentuh level terendah dalam tujuh bulan terakhir atau sejak Juni 2024.

Sebanyak 191 saham terpantau naik, 417 saham turun, dan 188 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 12,92 triliun. Volume perdagangan sebanyak 17,2 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1.317.841 kali.

Hampir seluruh sektor saham rontok pada penutupan pasar hari ini. Pelemahan terdalam terjadi di sektor energi sebesar 6,1%. Diikuti pelemahan di sektor barang baku 4,3%, sektor infrastruktur 2,2%, sektor barang konsumsi non primer 1,1%, dan sektor transportasi 0,5%.

Sedangkan penguatan terjadi di sektor properti 0,6% dan sektor teknologi 0,3%.

Rekomendasi Terbaru Saham BMRI & Target Harganya 

Tahun ini, kinerja Bank Mandiri (BMRI) diproyeksikan tumbuh moderat dengan kualitas aset yang solid. BMRI menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 10-12% yoy dibandingkan 2024 yang mencapai 19,5%.

NIM BMRI pada 2025 ditargetkan mencapai 5-5,2% dibandingkan 2024 yang sebesar 5,15%. CoC dipatok pada kisaran 1-1,2% dibandingkan 2024 sebesar 0,79%.

“Kualitas aset diperkirakan tetap solid dengan rasio NPL bertahan di sekitar 1% dibandingkan 2024 sebesar 0,97%,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis dalam risetnya.

Manajemen Bank Mandiri (BMRI) berupaya menurunkan LDR ke kisaran menengah hingga rendah menjadi 90% dibandingkan 2024 yang mencapai 98%. Ini menunjukkan bahwa DPK harus tumbuh minimal 14% yoy.

“Kami sedikit menurunkan estimasi 2025 dan 2026 masing-masing sebesar 7% dan 5% untuk mencerminkan panduan terbaru dari manajemen,” sebut dia.

Dengan berbagai faktor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan peringkat beli saham BMRI. Namun, target harga saham BMRI diturunkan menjadi Rp 5.900 dari sebelumnya Rp 6.400. Target harga baru tersebut menyiratkan fair value (nilai wajar) price to book value (PBV) sebesar 1,8 kali.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 45 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 55 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia