Harga Bitcoin Naik, Tekanan Jual Berakhir?
Indeks Crypto Fear and Greed turun ke level 46 (‘Fear’), jauh dari skor ‘Greed’ 60 yang tercatat minggu sebelumnya. Beberapa analis menyebut bahwa sentimen yang buruk ini justru sering kali menjadi sinyal bullish. Mike Alfred, analis kripto terkemuka, menyebut bahwa kondisi pasar saat ini mirip dengan periode sebelum reli besar di masa lalu.
Senada dengan itu, Matt Hougan, Chief Investment Officer Bitwise, menyatakan bahwa sentimen investor ritel saat ini adalah yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Namun, di sisi lain, investor institusional justru masih sangat optimistis terhadap prospek pasar.
Baca Juga:
Bitcoin NgacirHartmann meyakini bahwa meskipun harga kripto masih dapat berfluktuasi, pasar sedang memasuki fase korektif terakhirnya. Ia menyoroti bahwa sebagian besar alokasi token dari modal ventura (VC) telah terjual habis dalam dua kuartal terakhir, yang berarti tekanan jual mulai mereda.
Dari Maret hingga Oktober 2024, sekitar US$ 35 miliar token yang telah di-unlock membanjiri pasar, menyebabkan peningkatan pasokan dan penurunan harga. Namun, dengan semakin sedikitnya token baru yang masuk ke bursa, pasar berpotensi untuk stabil dan mengalami kenaikan kembali.
Di sisi lain, jumlah Ether yang ditarik dari bursa derivatif kripto mencapai level tertinggi sejak Agustus 2023, yang diinterpretasikan sebagai sinyal bullish untuk harga ETH. Pada 6 Februari, arus keluar bersih ETH dari bursa derivatif mencapai 300 ribu ETH, setara dengan US$ 817,2 juta, menunjukkan bahwa tekanan jual mulai berkurang karena trader menutup posisi leverage dan memindahkan aset mereka ke penyimpanan dingin.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






