Angin Segar BBNI
Sementara itu, net interest income (NII) pada kuartal IV-2024 tumbuh 6,5% secara kuartalan (QoQ) dan turun 1,9% secara tahunan. Tahun lalu, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 21,7 triliun, naik 2,7%.
BBNI juga telah meningkatkan biaya provisi sebagai antisipasi kredit Sritex. Biaya provisi meningkat 50.3% secara kuartalan menjadi Rp 5,1 triliun di kuartal IV-2024.
Baca Juga:
Saham Petrindo (CUAN) Ada yang Borong"Manajemen BBNI juga mampu mengedepankan prinsip kehati-htian dengan meningkatkan biaya provisi sebagai antisipasi kredit Sritex," tulis riset tersebut.
Analis tersebut memproyeksikan laba bersih BBNI dapat tumbuh 12,6% sepanjang 2025 dan mempertahankan rating buy BBNI dengan perkiraan nilai wajar yang lebih rendah, Rp 6.150, setara potential upside 28,34%.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






