Jumat, 15 Mei 2026

Angin Segar BBNI 

Penulis : Harso Kurniawan
10 Feb 2025 | 12:18 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Emiten perbankan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mendapat angin segar dari penurunan BI Rate. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI merupakan salah satu yang mendapatkan manfaat dari penurunan bunga acuan Bank Indonesia tersebut.

Analis Phintraco Sekuritas Nurwachidah dalam risetnya menyebutkan, peningkatan sumber dana murah atau current account saving account (CASA) berpotensi mengoptimalkan kinerja BBNI tahun ini.

"TD rate BBNI terus mengalami kenaikan seiring dengan peningkatan suku bunga acuan dari 3,32% pada 2022, 4,65% tahun 2023, dan 4,82% pada 2024, sehingga kami menilai dengan penurunan BI rate, TD rate BBNI juga dapat termoderasi plus minus 1% pada 2025," tulis Nurwachidah, yang dikutip pada Senin (10/2/2025).

ADVERTISEMENT

Dalam riset Phintraco, wondr by BNI berpotensi mengoptimalkan pertumbuhan CASA BBNI. Sementara itu, pada 2024, kualitas kredit BBNI tetap terjaga sehat di tengah fluktuasi makro ekonomi. Nonperfoming loan (NPL) gross BBNI turun 10 bps menjadi 2% pada 2024 dengan, kredit tumbuh 11,6% dari 7,6% periode yang sama tahun sebelumnya.

Loan at risk (LAR) juga turun dari 12,9% pada 2023 menjadi 10,2% sepanjang 2024. Perbaikan kualitas aset ini berpotensi berlanjut pada 2025. Namun, dari sisi likuiditas, BBNI masih mengalami tekanan dengan LDR meningkat menjadi 96,1% dari 85,8% YoY.

Laba dan Target Harga 

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 52 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 54 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia