Angin Segar BBNI
JAKARTA, investor.id - Emiten perbankan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mendapat angin segar dari penurunan BI Rate. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI merupakan salah satu yang mendapatkan manfaat dari penurunan bunga acuan Bank Indonesia tersebut.
Analis Phintraco Sekuritas Nurwachidah dalam risetnya menyebutkan, peningkatan sumber dana murah atau current account saving account (CASA) berpotensi mengoptimalkan kinerja BBNI tahun ini.
"TD rate BBNI terus mengalami kenaikan seiring dengan peningkatan suku bunga acuan dari 3,32% pada 2022, 4,65% tahun 2023, dan 4,82% pada 2024, sehingga kami menilai dengan penurunan BI rate, TD rate BBNI juga dapat termoderasi plus minus 1% pada 2025," tulis Nurwachidah, yang dikutip pada Senin (10/2/2025).
Dalam riset Phintraco, wondr by BNI berpotensi mengoptimalkan pertumbuhan CASA BBNI. Sementara itu, pada 2024, kualitas kredit BBNI tetap terjaga sehat di tengah fluktuasi makro ekonomi. Nonperfoming loan (NPL) gross BBNI turun 10 bps menjadi 2% pada 2024 dengan, kredit tumbuh 11,6% dari 7,6% periode yang sama tahun sebelumnya.
Loan at risk (LAR) juga turun dari 12,9% pada 2023 menjadi 10,2% sepanjang 2024. Perbaikan kualitas aset ini berpotensi berlanjut pada 2025. Namun, dari sisi likuiditas, BBNI masih mengalami tekanan dengan LDR meningkat menjadi 96,1% dari 85,8% YoY.
Laba dan Target Harga
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam
Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level iniHarga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatTag Terpopuler
Terpopuler






