Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Tembus US$ 2.900, Ukir Rekor Ketujuh Berkat Trump

Penulis : Indah Handayani
11 Feb 2025 | 04:24 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga emas (Foto: Vector Photo Gallery/ Istock/ Getty Images)
Ilustrasi harga emas (Foto: Vector Photo Gallery/ Istock/ Getty Images)

NEW YORK, investor.id - Harga emas terus meroket menembus level US$ 2.900 pada Senin (10/2/2025). Ini membuat harga emas kembali mengukir rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) untuk ketujuh kalinya sepanjang 2025.

Dikutip dari Reuters, kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan aset safe haven setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif baru yang memicu kekhawatiran perang dagang dan inflasi. 

Harga emas spot melonjak 1,6% menjadi US$ 2.905,24 per ons, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi US$ 2.911,3 dalam sesi perdagangan. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup melejit 1,6% di level US$ 2.934,40 per ons.

ADVERTISEMENT

Analis dari Marex Edward Meir menyatakan, lonjakan harga emas ini didorong oleh ketidakpastian global akibat perang tarif. "Jelas bahwa perang tarif berada di balik kenaikan ini. Hal ini mencerminkan meningkatnya ketegangan dan ketidakpastian dalam perdagangan global," ujarnya.

Pada Minggu (9/2/2025), Trump mengumumkan rencana untuk mengenakan tarif tambahan sebesar 25% terhadap semua impor baja dan aluminium. Selain itu, ia juga menyatakan akan segera mengumumkan tarif timbal balik, yang akan menyesuaikan tarif AS dengan tarif yang diterapkan oleh negara lain.

Kebijakan tarif ini diperkirakan akan memperburuk inflasi di AS, dengan investor saat ini menunggu rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) yang dijadwalkan pekan ini.

Meir menjelaskan, jika data CPI dan PPI lebih rendah dari perkiraan, dolar AS bisa melemah dan mendorong harga emas lebih tinggi. Sebaliknya, jika data inflasi lebih tinggi dari perkiraan, imbal hasil obligasi AS bisa meningkat dan memberi tekanan pada emas, meskipun dampaknya diperkirakan terbatas karena minat beli emas yang tetap kuat saat harga turun.

Pidato Powell

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia