Kata Lo Kheng Hong soal Harga Batu Bara
JAKARTA, investor.id - Harga batu bara kian terpuruk pada Senin (10/2/2025). Angka tersebut merupakan terendah dalam hampir empat tahun, akibat pasar yang semakin dibanjiri pasokan.
Harga batu bara Newcastle untuk Februari 2025 anjlok US$ 1,6 menjadi US$ 105,65 per ton. Sedangkan Maret 2025 ambles US$ 2 menjadi US$ 108,75 per ton. Sementara itu, April 2025 jatuh US$ 2,15 menjadi US$ 112,05 per ton.
Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Februari 2025 jatuh US$ 0,85 menjadi US$ 104,3 Sedangkan, Maret 2025 terkoreksi US$ 0,5 menjadi US$ 103,7. Sedangkan pada April 2025 turun US$ 0,55 menjadi US$ 103,4.
Baca Juga:
Harga Batu Bara Kian Terpuruk, Kenapa?Saat berita ini ditulis, berdasarkan data Trading Economics, harga batu bara ada di US$ 105,65 per ton.
Sementara itu, investor kawakan Lo Kheng Hong dikenal sebagai investor yang suka saham emiten batu bara. Terkait harga batu bara yang sedang tertekan, Lo Kheng Hong menyampaikan harapannya.
“Saya berharap harga batu bara yang turun dapat kembali naik seperti dahulu,” papar Lo Kheng Hong kepada investor.id, Senin (10/5/2025).
China
Dikutip dari Trading Economics, China mengumumkan produksinya akan meningkat 1,5% menjadi 4,82 miliar ton pada 2025 setelah mencatat rekor produksi pada 2024. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pertambangan guna menghindari risiko ketersediaan yang disebabkan oleh pembatasan emisi karbon dan penutupan tambang akibat pelanggaran protokol keselamatan.
Sementara itu, persediaan batu bara di sektor utilitas juga mencapai rekor tertinggi, naik 12% dalam dua bulan hingga Oktober 2024. Selain itu, produksi batu bara Indonesia melonjak ke 836 juta ton pada 2024, melampaui target sebesar 18%.
Di tengah kondisi pasar yang kelebihan pasokan, China memberlakukan tarif impor terhadap batu bara AS sebagai respons terhadap pembatasan ekspor yang diterapkan oleh Washington. Meskipun ekspor batu bara termal AS ke China hanya menyumbang sebagian kecil dari konsumsi, kebijakan ini dapat mempengaruhi harga energi alternatif, terutama dengan adanya tarif pada pengiriman gas alam cair (LNG).
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






