Jumat, 15 Mei 2026

Saham Indosat (ISAT) Punya Potensi Cuan 90%, meski Target Harga Dipangkas

Penulis : Jauhari Mahardhika
11 Feb 2025 | 14:33 WIB
BAGIKAN
Kantor pusat Indosat (ISAT). (Dok. B-Universe Photo)
Kantor pusat Indosat (ISAT). (Dok. B-Universe Photo)

JAKARTA, investor.id – PT Indosat Tbk (ISAT) membukukan laba bersih 2024 sebesar Rp 4,9 triliun, naik 38,1% yoy, namun hanya memenuhi 92,6% dan 94,6% dari estimasi BRI Danareksa Sekuritas dan konsensus. Itu artinya, laba bersih Indosat meleset alias berada di bawah ekspektasi.

Adapun laba bersih Indosat pada kuartal IV-2024 terbilang lemah sebesar Rp 1,1 triliun, turun 3,4% qoq atau terpangkas 19,2% yoy. “Laba tertekan oleh penurunan margin EBITDA sebesar 230 bps qoq menjadi 45,3%, jauh di bawah panduan perusahaan,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis dan Kafi Ananta dalam risetnya.

Sementara itu, pendapatan Indosat pada 2024 mencapai Rp 55,9 triliun atau sesuai perkiraan. Sedangkan EBITDA emiten berkode saham ISAT tersebut sebesar Rp 26,4 triliun, yang secara garis besar sejalan yaitu 97,3% dan 98,2% dari estimasi.

ADVERTISEMENT

Namun, pendapatan ISAT pada kuartal IV-2024 hanya naik tipis 1,7% qoq atau 2,2% yoy menjadi Rp 14,1 triliun. Manajemen ISAT menyebut persaingan ketat di tingkat kartu perdana sebagai penyebab utama. Harga turun dari Rp 25.000 menjadi Rp 10.000 secara nasional. Ditambah, lemahnya permintaan konsumen.

Karena itu, ISAT mempertahankan basis pelanggan produktifnya yang sebanyak 94,7 juta, sambil mengurangi 4 juta pelanggan yang tidak produktif dan meningkatkan rata-rata pendapatan per pengguna (average revenue per user/ARPU) menjadi Rp 38,8 ribu (+4,6% qoq).

“Bersamaan dengan itu, ISAT terus fokus pada proyek B2B (business to business) dan grosir, yang mendorong peningkatan biaya operasional (opex) terkait instalasi, kemitraan, dan pemeliharaan,” ungkap Niko.

Tahun ini, Indosat (ISAT) optimistis bisa kembali melampaui rata-rata pertumbuhan pendapatan di sektor telekomunikasi. Ekspektasi itu bakal didukung oleh ekspansi seluler di pedesaan, peningkatan ARPU dan pengguna aktif bulanan (MAU), serta penjualan silang layanan fixed broadband (BB) dan fixed wireless access (FWA).

Selain itu, ISAT akan mulai membukukan pendapatan dari kontrak AI senilai US$ 30 juta per tahun mulai kuartal II-2025. “Dengan fokus yang lebih kuat pada bisnis non-seluler, ISAT memperkirakan EBITDA 2025 tumbuh lebih dari 10% yoy,” sebut Niko.

Rekomendasi Saham dan Potensi Cuan 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 53 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 54 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia