Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi Baru, Level US$ 3.000 di Depan Mata
NEW YORK, Investor.id – Harga emas menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) baru pada Selasa (11/2/2025), semakin mendekati level US$ 3.000. Didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven.
Hal itu terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif baru untuk impor baja dan aluminium. Kebijakan ini memicu kekhawatiran akan potensi perang dagang global.
Harga emas hari ini sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$2.942,7 per ons pada sesi perdagangan Asia sebelum terkoreksi tipis menjadi US$ 2.906,5 per ons pada saat berita ini ditulis. Meski demikian, angka itu masih menguat 0,1% dibandingkan sesi perdagangan sehari sebelumnya.
Sepanjang 2025,rekor tertinggi harga emas telah ditembus sebanyak delapan kali. Lonjakan ini membuat ambang batas psikologis US$ 3.000 per ons semakin terlihat di depan mata. Investor semakin waspada terhadap dampak kebijakan perdagangan AS terhadap ekonomi global.
Sedangkan kontrak berjangka emas AS juga naik 0,1% ke level US$ 2.936,10 per ons, diperdagangkan dengan premi sekitar US$ 25 di atas harga spot.
"Ketidakpastian dan ketidakpastian yang muncul dari kepemimpinan Trump dapat meningkatkan daya tarik emas," kata Lukman Otunuga, analis riset senior di FXTM.
Perang Dagang AS
Trump secara drastis menaikkan tarif baru impor baja dan aluminium menjadi 25% tanpa pengecualian atau dispensasi. Kebijakan ini bertujuan untuk mendukung industri dalam negeri AS tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya perang dagang gllobal di berbagai sektor.
Menurut analis teknikal Reuters Wang Tao, harga emas masih berpotensi naik ke level US$ 2.950 hingga US$2.962 per ons sebelum mengalami koreksi.
Sementara itu, para pelaku pasar tengah menunggu testimoni Ketua The Fed Jerome Powell dan rilis data inflasi AS pada Rabu (12/2/2025) untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut terkait kebijakan suku bunga di ekonomi terbesar dunia tersebut.
Sebuah survei Reuters menunjukkan bahwa The Fed kemungkinan menunda pemangkasan suku bunga hingga kuartal berikutnya. Tarif baru impor yang lebih tinggi berpotensi memicu inflasi di AS, yang dapat memperlambat keputusan pemangkasan suku bunga lebih lanjut.
Otunuga menambahkan, jika ada kejutan dalam pernyataan Powell atau hasil inflasi yang lebih rendah dari perkiraan, harga emas bisa mengalami koreksi teknikal.
Di luar emas, harga logam mulia lainnya cenderung melemah. Harga perak turun 0,8% ke US$ 31,77 per ons, platinum melemah 0,9% ke US$ 985,20 per ons, dan paladium merosot 1,4% ke US$ 969,25 per ons.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






